ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Disebut Intelijen Ukraina Kritis, Ramzan Kadyrov Pamer Video Lagi Joging

Senin, 18 September 2023 | 09:57 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov.
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. (Twitter.com/@MMAFighting)

Moskwa, Beritasatu.com – Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dilaporkan intelijen Ukraina tengah dalam kondisi kritis. Namun pada Minggu (17/9/2023), loyalis Vladimir Putin itu merilis rekaman video terbaru yang memperlihatkan ia sedang joging.

Dalam rekaman video tersebut Ramzan Kadyrov tersenyum, dan memberi nasihat kepada semua orang untuk berolahraga.

Spekulasi telah beredar selama berbulan-bulan bahwa pemimpin Chechnya berusia 46 tahun yang sangat berpengaruh dan dituduh oleh kelompok hak asasi manusia menjalankan rezim totaliter, sedang sakit parah.

Pada hari Minggu, dua video muncul di saluran Telegram Kadyrov.

ADVERTISEMENT

Ia tampil di video pertama berjalan-jalan di lokasi yang tidak diketahui identitasnya. Dia tersenyum, tetapi wajahnya tampak bengkak.

Dalam video kedua dia terdengar berbicara bahasa Chechnya dan kemudian berkata dalam bahasa Rusia "latihan olahraga".

Ia mengatakan,"Saya sangat menganjurkan agar semua orang yang tidak bisa membedakan kebenaran dan kebohongan di internet, berjalan-jalan, mencari udara segar, dan menata pikiran mereka," demikian bunyi kata-kata yang menyertai video tersebut.

"Hujan bisa sangat menyegarkan."

Belum diketahui secara pasti kapan video tersebut direkam, namun rekaman tersebut dipublikasikan menyusul laporan yang belum dikonfirmasi di media sosial bahwa pemimpin Chechnya tersebut sedang koma.

Kadyrov adalah salah satu pendukung paling antusias serangan Rusia di Ukraina. Ia mengerahkan batalionnya bertempur bersama pasukan reguler Rusia di sana.

Mantan panglima perang pemberontak yang menjadi sekutu Kremlin ini telah lama menyebut dirinya sebagai prajurit Vladimir Putin.

Ia terpilih sebagai presiden Chechnya pada tahun 2007, Kadyrov telah memerintah Chechnya yang mayoritas penduduknya Muslim dengan banyak bukti pembunuhan di luar hukum dan penyiksaan terhadap lawan-lawannya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon