ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tiongkok Minta AS Hentikan Provokasi Filipina di Laut China Selatan

Selasa, 24 Oktober 2023 | 05:39 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Seorang nelayan Filipina melihat kapal Penjaga Pantai Tiongkok berpatroli di Beting Scarborough yang disengketakan.
Seorang nelayan Filipina melihat kapal Penjaga Pantai Tiongkok berpatroli di Beting Scarborough yang disengketakan. (Antara/Reuters)

Beijing, Beritasatu.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning menyebut tindakan Amerika Serikat mendukung Filipina di wilayah terumbu karang Laut China Selatan yang disebut Tiongkok sebagai "Ren'ai Jiao" merupakan tindakan provokasi. Mao mengatakan bahwa dengan mengabaikan fakta, Amerika Serikat telah melakukan serangan tanpa dasar terhadap aktivitas penegakan hukum yang sah dari pihak Tiongkok di Ren'ai Jiao.

"Tindakan ini merupakan upaya jahat yang mendukung pelanggaran dan provokasi yang dilakukan oleh Filipina," kata Mao dalam keterangannya kepada media di Beijing, Senin (23/10/2023).

Ren'ai Jiao, yang juga dikenal sebagai Beting Ayungin oleh Filipina, merupakan bagian dari Kepulauan Spratly yang menjadi sumber perselisihan antara Tiongkok dan Filipina di Laut China Selatan, serta beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Konflik tersebut memuncak ketika kapal Tiongkok menghalangi kapal Filipina yang hendak melakukan pasokan pertahanan di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Amerika Serikat mengkritik tindakan Tiongkok sebagai pelanggaran hukum internasional. Hal itu dibantah Mao Ning, yang menegaskan Ren'ai Jiao selalu menjadi wilayah Tiongkok dan merupakan bagian integral dari Kepulauan Spratly secara geografis, ekonomi, politik, dan sejarah.

"Pandangan ini sesuai dengan hukum laut internasional, termasuk UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea), yang menyatakan Tiongkok memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Kepulauan Spratly dan perairan sekitarnya, termasuk Ren'ai Jiao," ungkap Mao.

Ia juga mengecam Amerika Serikat atas campur tangan mereka dalam isu tersebut dan meminta AS untuk tidak mempermasalahkan kawasan tersebut. Dia menegaskan bahwa tindakan Filipina di Ren'ai Jiao semakin didukung oleh Amerika Serikat, yang menurutnya telah mengacaukan situasi yang sebelumnya diatasi melalui komunikasi yang relatif baik antara Tiongkok dan Filipina.

"Situasi di Ren'ai Jiao adalah isu bilateral antara Tiongkok dan Filipina. Amerika Serikat tidak memiliki tempat di dalamnya. Tindakan Filipina melanggar hukum internasional dan perjanjian yang telah ada, dan Tiongkok memiliki hak untuk mengambil tindakan penegakan hukum yang diperlukan terhadap pelanggaran Filipina sesuai dengan hukum domestik dan internasional," ungkap Mao.

Ia juga menilai Amerika Serikat mendukung Filipina dalam melakukan pelanggaran dan provokasi di Ren'ai Jiao, dan meminta Filipina untuk menghentikan tindakan provokatifnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Latihan Bersama AS, Jepang Tembakkan Rudal ke Laut China Selatan

Latihan Bersama AS, Jepang Tembakkan Rudal ke Laut China Selatan

INTERNASIONAL
Citra Satelit Ungkap China Reklamasi Lahan Baru di Kepulauan Paracel

Citra Satelit Ungkap China Reklamasi Lahan Baru di Kepulauan Paracel

INTERNASIONAL
Sederet Misi Berat Menanti Filipina yang Pimpin Keketuaan ASEAN 2026

Sederet Misi Berat Menanti Filipina yang Pimpin Keketuaan ASEAN 2026

INTERNASIONAL
Tiongkok Peringatkan Filipina Terkait Provokasi di Laut China Selatan

Tiongkok Peringatkan Filipina Terkait Provokasi di Laut China Selatan

INTERNASIONAL
Indonesia Tegaskan Netralitas ASEAN di Tengah Ketegangan Global

Indonesia Tegaskan Netralitas ASEAN di Tengah Ketegangan Global

INTERNASIONAL
China Protes Peringatan Arbitrase Laut China Selatan oleh Filipina

China Protes Peringatan Arbitrase Laut China Selatan oleh Filipina

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon