Intelijen Korsel Endus Rencana Korut Serang Warga dan Kedubes di Luar Negeri
Sabtu, 4 Mei 2024 | 12:18 WIB
Seoul, Beritasatu.com – Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Jumat (3/5/2024), bahwa Korea Utara (Korut) merencanakan serangan yang menargetkan pejabat dan warga di luar negeri. Untuk itu, badan tersebut meminta kementerian luar negeri meningkatkan tingkat kewaspadaan untuk misi diplomatik di lima negara.
Badan Intelijen Korsel (NIS) mengatakan, mereka mendeteksi tanda-tanda Korut sedang mempersiapkan serangan terhadap staf kedutaan atau warga negaranya di berbagai negara, seperti di Tiongkok, wilayah Asia Tenggara, dan Timur Tengah.
“Korea Utara telah mengirim agen ke negara-negara ini untuk memperluas pengawasan terhadap kedutaan besar Korea Selatan dan juga terlibat dalam aktivitas spesifik seperti mencari warga Korea Selatan yang berpotensi menjadi target,” kata badan tersebut.
Badan tersebut mengatakan hal itu tampaknya terkait dengan gelombang pembelotan yang dilakukan warga elite Korea Utara yang terjebak di luar negeri selama pandemi dan sekarang menghindari pulang ke rumah setelah Pyongyang melonggarkan kontrol perbatasan yang ketat.
Mereka diduga menjadi skeptis terhadap rezim Korut pimpinan Kim Jong-un tersebut.
Pyongyang menganggap pembelotan sebagai kejahatan serius dan diyakini akan memberikan hukuman berat kepada pelanggar, keluarga mereka, dan bahkan orang-orang yang terkait dengan insiden tersebut.
NIS mengatakan, para pejabat kedutaan Korea Utara mungkin menyampaikan laporan palsu yang menyalahkan faktor-faktor eksternal atas pembelotan sukarela warganya, dalam upaya untuk menghindari hukuman.
Akibatnya, Korea Utara mungkin merencanakan serangan pembalasan terhadap staf kedutaan Korea Selatan dengan alasan seperti itu, tambah NIS.
Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah menaikkan status peringatan anti-terorisme untuk lima misi diplomatiknya, di kedutaan besar di Kamboja, Laos, Vietnam serta konsulatnya di kota pelabuhan Rusia Vladivostok dan Kota Shenyang di Tiongkok.
Baik Seoul maupun Pyongyang memiliki kedutaan atau konsulat di kelima lokasi tersebut.
Korea Utara memiliki hubungan diplomatik dengan lebih dari 150 negara, tetapi jumlah misi diplomatik yang dijalankannya di luar negeri telah menyusut sejak tahun 1990-an karena kendala keuangan.
Menurut kementerian unifikasi Seoul, 196 pembelot Korea Utara tiba di Korea Selatan tahun lalu, dan sekitar 10 di antaranya berasal dari kalangan elite di Pyongyang, seperti diplomat dan anak-anak mereka.
Hal ini menandai jumlah pembelotan elite Korea Utara ke Korea Selatan yang tertinggi sejak tahun 2017.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




