ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia dan Arab Saudi Sepakat Garap Mineral Kritis, Ini Targetnya

Kamis, 17 April 2025 | 23:37 WIB
CS
DM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: DM
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kerja sama dengan Indonesia menjadi bagian dari strategi Arab Saudi dalam mendiversifikasi bisnisnya, dari ketergantungan pada minyak menuju sektor pertambangan dan mineral kritis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kerja sama dengan Indonesia menjadi bagian dari strategi Arab Saudi dalam mendiversifikasi bisnisnya, dari ketergantungan pada minyak menuju sektor pertambangan dan mineral kritis. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama di sektor mineral kritis. Kesepakatan ini ditandatangani Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Bandar bin Ibrahim Al-Khorayef.

Bahlil menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi dalam mendiversifikasi bisnisnya, dari ketergantungan pada minyak menuju sektor pertambangan dan mineral kritis. Indonesia menyambut baik langkah ini dan siap membuka ruang investasi bagi perusahaan Saudi, baik dari sektor BUMN maupun swasta.

"Saudi ingin melakukan kerja sama di bidang pertambangan dan critical mineral, dan kami menyambut baik niat itu," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Kamis (10/4/2025).

ADVERTISEMENT

Untuk saat ini, bentuk kerja sama Indonesia dengan Arab Saudi masih dalam tahap MoU sebagai payung hukum awal. Sebagai langkah lanjut, kedua negara akan membentuk tim ad hoc guna merumuskan peta jalan kolaborasi teknis, termasuk menentukan titik-titik potensi investasi.

Komoditas utama dalam kerja sama ini meliputi nikel, bauksit, hingga mangan. Ketiga mineral ini menjadi kunci dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, seperti baterai kendaraan listrik dan pendukung transisi energi global.

"Kami mengajak Arab Saudi untuk membangun investasi bersama di sektor critical mineral yang sangat penting di era energi hijau ini," tegas Bahlil.

Langkah ini dinilai sebagai peluang besar bagi Indonesia dalam mendorong hilirisasi tambang dan memperluas pasar investasi di sektor mineral strategis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

NASIONAL
Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

MULTIMEDIA
Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

NASIONAL
BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

EKONOMI
RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

INTERNASIONAL
Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon