Aksi Protes Rusuh, Los Angeles Larang Warga Berkumpul di Pusat Kota
Senin, 9 Juni 2025 | 23:43 WIB
Los Angeles, Beritasatu.com - Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) menetapkan seluruh wilayah pusat kota sebagai zona larangan berkumpul pada Minggu (8/6/2025) malam waktu AS. Keputusan ini diambil untuk membubarkan massa pengunjuk rasa yang memadati area tersebut.
“Warga harus segera meninggalkan area. Pusat Kota Los Angeles telah kami tetapkan sebagai zona larangan berkumpul,” demikian pernyataan resmi LAPD yang dipublikasikan melalui akun X (Twitter) pada Minggu pukul 11.11 malam waktu setempat (Senin, pukul 12.11 siang WIB).
Pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan aksi penjarahan di distrik keuangan kota. Untuk mengatasi situasi, aparat dikerahkan guna mengendalikan keadaan dan memulihkan ketertiban. LAPD juga memperingatkan bahwa aksi kekerasan dari demonstran akan ditanggapi dengan tindakan tegas dan proporsional.
“Kami telah mengizinkan penggunaan amunisi berdampak rendah. Amunisi ini dirancang untuk menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, namun tidak mematikan,” jelas pihak LAPD.
Ketegangan meningkat pada Minggu (8/6/2025), ketika ribuan demonstran turun ke jalan, memprotes keputusan Presiden Donald Trump yang mengerahkan Garda Nasional ke Los Angeles. Para demonstran menutup akses jalan raya utama, menghancurkan kendaraan polisi, hingga membakar beberapa mobil.
Saat pemerintah kota mengeluarkan perintah pembubaran aksi, sebagian massa memilih pulang secara damai. Namun, pada malam hari, situasi di pusat kota berubah menjadi lebih panas akibat kehadiran provokator, menurut laporan CNN.
Di Jalan Arcadia, pusat kota Los Angeles, massa melemparkan kembang api ke arah petugas dan membangun barikade. Polisi antihuru-hara menanggapi dengan menembakkan granat kejut dan peluru karet. Sementara itu, di Jalan Raya 101, selatan pusat kota, sekelompok orang melemparkan batu bata, batu, skuter, dan kembang api ke arah mobil patroli, memaksa petugas mencari perlindungan di bawah jembatan layang.
Beberapa helikopter polisi dikerahkan untuk memantau situasi dari udara. Garda Nasional bersama LAPD membentuk perimeter ketat di sekitar gedung-gedung pemerintahan dan federal, termasuk pusat penahanan bagi imigran ilegal.
Sumber penegak hukum menyebut bahwa kekerasan paling parah terjadi saat malam hari selama tiga hari berturut-turut. Unsur-unsur oportunis diyakini memanfaatkan situasi untuk menciptakan kerusuhan.
“Berdasarkan pengalaman kami, protes yang berkepanjangan bisa memicu situasi lepas kendali. Kelelahan, frustrasi, dan ketegangan bisa berubah menjadi kekerasan,” ujar Kyung Lah, reporter investigasi CNN.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




