Trump Dititipi Istri Surat untuk Putin, Penasaran Isinya?
Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:27 WIB
Amchorage, Beritasatu.com – Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump, mengirimkan surat perdamaian kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, menyinggung situasi sulit yang dialami anak-anak di Ukraina dan Rusia. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump kepada Putin saat pertemuan puncak di Alaska, Jumat (15/8/2025).
Fox News pada Sabtu (16/8/2025) menerbitkan isi lengkap surat yang disebut sebagai surat perdamaian itu. Segera setelah menerimanya, Putin membacakan isi surat tersebut di hadapan delegasi kedua negara.
“Yang terhormat Presiden Putin. Setiap anak terlahir dengan mimpi di dalam hatinya, terlepas dari apakah mereka lahir di pedesaan sederhana atau kota yang megah. Anak-anak memimpikan cinta, kesempatan, dan rasa aman dari segala bahaya,” tulis Melania dalam suratnya.
Ia menambahkan bahwa dunia perlu dibangun atas dasar rasa saling menghormati agar setiap jiwa dapat terbangun dalam kedamaian dan masa depan terlindungi dengan sempurna.
Melania menekankan bahwa anak-anak dari setiap generasi memulai hidup dengan kepolosan yang melampaui geografi, pemerintahan, maupun ideologi. Ia menilai Putin memiliki peran besar untuk mengembalikan kegembiraan dan tawa anak-anak.

“Dengan melindungi kepolosan mereka, Anda tidak hanya melayani Rusia, tetapi juga seluruh umat manusia. Waktunya telah tiba,” tulisnya menutup surat.
Pertemuan puncak antara Trump dan Putin berlangsung selama tiga jam, dilanjutkan konferensi pers singkat selama 11 menit. Ini merupakan KTT Rusia-AS pertama dalam lebih dari empat tahun, sekaligus pertemuan tatap muka pertama keduanya sejak 2019.
Putin menyatakan telah mencapai kesepahaman awal dengan Trump dan berharap Ukraina serta Eropa tidak menghalangi penyelesaian konflik. Ia bahkan mengusulkan pertemuan puncak lanjutan di Moskow, yang menurut Trump bisa saja terjadi.
Trump menambahkan bahwa kedua negara telah membuat kemajuan signifikan, meski belum ada kesepakatan akhir. Dalam wawancara setelah KTT, ia mengatakan konflik Ukraina kemungkinan berakhir melalui konsesi teritorial dan jaminan keamanan dari AS. Trump juga menyebut adanya rencana pertemuan tiga pihak dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Namun, Yuri Ushakov, penasihat presiden Rusia untuk kebijakan luar negeri, menyatakan pembahasan mengenai KTT tiga pihak belum pernah dilakukan, dan jadwal pertemuan berikutnya antara Putin dan Trump masih belum pasti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




