Serangan Siber ke Allianz Life, Data Pribadi 1,1 Juta Nasabah Bocor
Selasa, 19 Agustus 2025 | 08:35 WIB
New York, Beritasatu.com – Serangan siber terhadap perusahaan asuransi Amerika Serikat Allianz Life pada akhir Juli 2025 telah membahayakan data pribadi sekitar 1,1 juta nasabah, menurut situs pemberitahuan pelanggaran Have I Been Pwned, Senin (18/8/2025).
Sebelumnya, Allianz Life menyebut peretas berhasil mencuri informasi pribadi sebagian besar dari 1,4 juta nasabah di AS, termasuk profesional keuangan dan sejumlah karyawan terpilih.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Have I Been Pwned, informasi yang diretas mencakup nama pelanggan, alamat, nomor telepon, dan email.
Hingga kini, juru bicara Allianz Life menolak memberikan komentar lebih lanjut kepada Reuters, dengan alasan penyelidikan internal masih berlangsung. Namun, pihak perusahaan memastikan akan menyediakan layanan pemantauan identitas gratis selama dua tahun bagi individu yang terdampak.
Kasus ini menambah panjang daftar serangan siber berskala global. Sebelumnya, sejumlah perusahaan besar juga menjadi target, termasuk Microsoft dan UnitedHealth Group.
Pada tahun lalu, serangan siber terhadap divisi teknologi UnitedHealth menjadi pelanggaran data perawatan kesehatan terbesar dalam sejarah AS, dengan dampak terhadap sekitar 192,7 juta orang atau setara lebih dari Rp 3.193 triliun kerugian ekonomi.
Sementara itu, pada Juli lalu, peretas juga berhasil menyusup ke server SharePoint lokal milik Microsoft, menyerang lebih dari 100 organisasi, termasuk lembaga pemerintah AS. Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran serius terkait keamanan identitas dan infrastruktur digital global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




