Menlu Sugiono: Keikutsertaan Atlet Israel di Jakarta Masih Dipantau
Kamis, 9 Oktober 2025 | 05:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono angkat bicara soal kabar keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober ini. Ia menegaskan, penyelenggaraan ajang tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Persatuan Senam Indonesia (Persani).
“Saya monitor, tetapi ini yang menyelenggarakan Persani ya,” ujar Sugiono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menlu Sugiono menambahkan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus mengikuti perkembangan terkait rencana kedatangan atlet Israel tersebut. Namun, ia menegaskan, urusan izin masuk dan pemberian visa bukan kewenangan Kemenlu.
“Izin masuk ke Indonesia itu bukan dari Kemenlu, tetapi dari pihak Imigrasi,” jelasnya.
Hingga kini, Kemenlu belum menerima konfirmasi resmi apakah atlet Israel telah disetujui untuk masuk ke Indonesia. Sugiono mengatakan, tanpa adanya keputusan dari Imigrasi, pihaknya belum dapat mengambil langkah diplomatik lanjutan.
“Kami belum tahu apakah disetujui atau tidak,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan sikap tegasnya untuk tidak mengizinkan atlet Israel berpartisipasi dalam ajang internasional tersebut.
Pramono berharap pemerintah dan pihak penyelenggara mempertimbangkan secara matang keputusan untuk mengundang kontingen dari Israel, mengingat isu kemanusiaan di Gaza, Palestina, masih menjadi sorotan publik Indonesia.
“Saya berharap pemerintah berpikir seribu kali untuk mengundang atlet dari Israel. Bahkan, visanya sebaiknya tidak dikeluarkan agar tidak bisa datang ke Jakarta,” tegas Pramono.
Ia menilai, kehadiran atlet Israel berpotensi memicu reaksi emosional masyarakat mengingat dukungan Indonesia terhadap Palestina sangat kuat dan menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri nasional.
Kejuaraan Dunia Senam Artistik atau World Artistic Gymnastics Championships 2025 merupakan ajang olahraga bergengsi yang diikuti puluhan negara dan menjadi kualifikasi menuju olimpiade.
Namun, rencana kehadiran atlet Israel kembali menempatkan Indonesia pada posisi diplomatik yang sensitif, terutama terkait sikap politik luar negeri yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




