Menlu Iran: Unit Militer Bertindak Independen
Senin, 2 Maret 2026 | 10:51 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengeklaim unit militer negaranya kini bertindak independen dari kendali langsung pemerintah pusat. Pernyataan itu disampaikan menyusul desakan terkait dugaan serangan terhadap negara-negara Arab Teluk yang sebelumnya berperan sebagai perantara diplomatik bagi Teheran.
Komentar tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat.
“Apa yang terjadi di Oman bukanlah pilihan kami. Kami telah memberi tahu, Anda tahu, tentara kami, angkatan bersenjata untuk berhati-hati dalam memilih target,” kata Araghchi, Senin (2/3/2026).
Pernyataan itu muncul setelah adanya serangan terhadap Oman dan Qatar. Oman selama ini dikenal sebagai mediator dalam pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, Qatar juga memiliki hubungan diplomatik aktif dengan Teheran serta berbagi ladang gas alam lepas pantai terbesar di Teluk Persia dengan Republik Islam Iran.
Isu serangan terhadap negara-negara Teluk memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas kawasan. Dalam konteks global, militer di berbagai negara memang memiliki rencana kontinjensi untuk menghadapi situasi darurat, termasuk jika pemerintahan pusat terdampak konflik.
Namun, Iran dinilai sebagai kasus khusus. Garda Revolusi Iran (IRGC), pasukan paramiliter yang hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, diketahui mengendalikan persenjataan rudal balistik dalam jumlah besar serta sebagian besar armada drone tempur pembawa bom milik negara tersebut.
Pengamat menilai, pernyataan Araghchi dapat dibaca sebagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dengan negara-negara Arab Teluk yang belakangan menunjukkan kemarahan atas serangan berulang, meskipun dalam beberapa tahun terakhir terdapat upaya normalisasi hubungan.
Pada sisi lain, klaim bahwa unit militer Iran bertindak independen juga memunculkan pertanyaan mengenai struktur komando dan kontrol militer di negara tersebut, terutama dalam situasi konflik regional yang semakin kompleks.
Ketegangan Iran dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah terus menjadi sorotan global, terutama terkait isu program nuklir, keamanan Teluk Persia, dan rivalitas geopolitik dengan Amerika Serikat serta sekutunya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




