Milisi Irak Serang Pasukan AS di Baghdad, Balas Dendam Iran Meluas
Senin, 2 Maret 2026 | 17:16 WIB
Baghdad, Beritasatu.com – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah kelompok milisi Syiah Irak mengeklaim telah melancarkan serangan pesawat tak berawak (drone) pada Senin (2/3/2026). Serangan tersebut secara khusus menargetkan posisi pasukan Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Bandara Internasional Baghdad, Irak.
Kelompok milisi yang menamakan diri mereka Saraya Awliya Al-Dam menyatakan bertanggung jawab atas operasi tersebut. Dalam pernyataan resminya, kelompok ini menegaskan bahwa serangan drone tersebut merupakan bagian dari kampanye pembalasan yang lebih luas atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam eskalasi militer sebelumnya.
Saraya Awliya Al-Dam merupakan satu dari sekian banyak kelompok milisi Syiah yang tumbuh di Irak pascainvasi pimpinan AS tahun 2003 silam. Kehadiran mereka sering kali menjadi instrumen kekuatan regional yang berlawanan dengan kepentingan Barat di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas Amerika Serikat maupun pemerintah Irak belum memberikan komentar resmi terkait kerusakan atau korban jiwa yang timbul dari klaim serangan tersebut. Situasi di lapangan masih dipantau ketat mengingat bandara tersebut merupakan titik vital transportasi internasional dan logistik militer.
Serangan ini menandai babak baru dalam konflik yang melibatkan proksi-proksi regional. Seiring dengan milisi yang didukung Iran, termasuk Hizbullah di Lebanon yang mulai meningkatkan intensitas serangan, kawasan Teluk dan sekitarnya kini berada dalam bayang-bayang perang terbuka. Langkah militer ini merupakan reaksi langsung terhadap kampanye serangan udara agresif yang sebelumnya dilancarkan oleh AS dan Israel ke jantung teokrasi Iran.
BACA JUGA
Rudal Iran Serang Israel, IDF Siaga
Para analis memperingatkan bahwa penggunaan bandara sipil sebagai target serangan militer akan meningkatkan risiko bagi keselamatan penerbangan internasional. Selain itu, keterlibatan milisi lintas negara menunjukkan bahwa konflik ini tidak lagi terbatas pada batas teritorial satu negara, melainkan telah menjadi krisis regional yang mengancam stabilitas pasokan energi dan keamanan global.
Pihak keamanan di Baghdad kini memperketat penjagaan di sekitar zona hijau dan fasilitas diplomatik guna mengantisipasi serangan susulan yang diprediksi akan terus berlanjut selama ketegangan antara Washington dan Teheran belum mereda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Gempa M 6,2 Guncang Talaud Terasa hingga Manado




