Geger! Pertahanan Udara Kuwait Salah Tembak 3 Jet Tempur F-15E AS
Senin, 2 Maret 2026 | 19:29 WIB
Kuwait City, Beritasatu.com – Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi sebuah insiden fatal yang melibatkan koordinasi antar-sekutu di kawasan Teluk. Tiga pesawat tempur jenis F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS dilaporkan "secara keliru ditembak jatuh" oleh sistem pertahanan udara Kuwait pada Minggu (1/3/2026).
Kronologi dan Kondisi Awak Pesawat
Insiden friendly fire ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan tinggi di wilayah udara Timur Tengah. Meskipun kehilangan tiga jet tempur bernilai tinggi, CENTCOM memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian memilukan ini.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di platform X, Centcom menjelaskan nasib para pilot dan awak kabin. “Seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat, telah dievakuasi dengan aman, dan dalam kondisi stabil. Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini,” tulis pernyataan tersebut.
Keenam awak tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan medis rutin, sementara proses evakuasi dilakukan dengan cepat oleh tim gabungan di lapangan.
Pemerintah Kuwait telah secara resmi mengakui kekeliruan tersebut sebagai sebuah kecelakaan operasional di tengah situasi regional yang sangat dinamis. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah insiden tersebut disebabkan oleh kegagalan sistem identifikasi Friend or Foe (IFF) atau kesalahan manusia (human error) di pos komando pertahanan udara.
“Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki. Informasi tambahan akan dirilis setelah tersedia,” tambah pihak Centcom.
Penyelidikan mendalam ini diharapkan dapat mengungkap mengapa sistem pertahanan udara Kuwait gagal mengidentifikasi pesawat sekutu yang tengah beroperasi di wilayah udara mereka.
Kehilangan tiga unit F-15E Strike Eagle sekaligus merupakan kerugian materiel yang cukup signifikan bagi militer AS di kawasan tersebut. Insiden ini juga menyoroti betapa tingginya tingkat ketegangan di Timur Tengah, di mana kesiapan tempur yang maksimal terkadang berujung pada kekeliruan identifikasi sasaran.
Meskipun terjadi insiden salah tembak, hubungan militer antara Washington dan Kuwait City dilaporkan tetap solid. Kedua negara terus berkomunikasi intensif untuk memastikan protokol koordinasi udara diperketat guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan, terutama saat wilayah Teluk masih dalam kondisi siaga tinggi akibat konflik regional yang belum mereda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Gempa M 6,2 Guncang Talaud Terasa hingga Manado




