Konflik Iran Memanas, Menlu Sugiono Perintahkan Evakuasi WNI
Rabu, 4 Maret 2026 | 05:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan pemerintah Indonesia akan mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Keputusan evakuasi WNI di Iran tersebut diambil sebagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan WNI di tengah situasi keamanan yang semakin dinamis.
“Saya telah memerintahkan kepada duta besar kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi segera jika memang ada masyarakat Indonesia menginginkan untuk dievakuasi,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sugiono menjelaskan, terdapat 15 WNI di Teheran yang telah menyatakan kesediaan untuk dievakuasi. Namun, proses pemindahan belum dapat dilakukan seketika karena penutupan ruang udara akibat konflik yang terjadi.
“Ini sedang diatur kapan, karena ruang udara juga lagi ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran, itu mereka harus dibawa ke Baku. Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan itu perlu dihitung logistik, orangnya sehat atau tidak, segala macem. Jadi tidak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga,” ucapnya.
Menurut Sugiono, jika evakuasi dilakukan, WNI akan dibawa terlebih dahulu ke Baku, Azerbaijan, melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 10 jam. Faktor kesehatan, kesiapan logistik, serta kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama pemerintah.
Sugiono menegaskan, tidak seluruh WNI di wilayah terdampak konflik Timur Tengah memilih untuk pulang ke Indonesia. Pemerintah hanya akan memfasilitasi evakuasi bagi mereka yang secara sukarela menyatakan ingin kembali.
“Karena perlu diketahui, dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Namun, tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran. Dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” ujarnya.
Sejauh ini, permintaan evakuasi baru datang dari WNI di Teheran. Sementara itu, WNI yang berada di sejumlah negara Teluk, seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain belum mengajukan permohonan serupa.
“Tidak ada. Di Qatar, UEA, Bahrain, belum ada yang mau dievakuasi. Ini 15 (WNI) yang sudah menyatakan kesediaan. Karena logistik dan perjalanan panjang,” ujarnya.
Menlu Sugiono menekankan, situasi konflik Iran dan kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi berkembang. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.
“Namun, tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden, apa pun yang terjadi, kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




