Trump “Dikuliti” Tim Pemakzulan Lewat Video Baru
Kamis, 11 Februari 2021 | 06:30 WIB
Beritasatu.com – Memasuki hari kedua sidang pemakzulan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (10/2/2021) sore waktu setempat atau Kamis pagi WIB, para senator ditunjukkan video-video kerusuhan 6 Januari yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya untuk menggambarkan betapa gawatnya situasi ketika itu.
Salah satu video memperlihatkan Wakil Presiden Mike Pence keluar dari ruang sidang Senat bersama keluarganya menuju tempat persembunyian setelah para perusuh menyerbu masuk di Gedung Capitol.
Sebelumnya, para perusuh itu meneriakkan ancaman untuk membunuh Pence, yang hadir di Capitol untuk memimpin sidang.
Sebagai wakil presiden, Pence otomatis menjabat presiden Senat dan bertugas memimpin sidang penetapan hasil pemilihan presiden di Capitol pada hari itu.
Dalam video beberapa detik itu, Pence keluar ruangan dengan pengawalan ketat didahului anak dan istrinya, langsung turun tangga menuju tempat persembunyian.
Video yang dramatis ini, mengingat posisi Pence dan perannya ketika itu, belum pernah ditayangkan di media sebelumnya.
Sebelum dan pada hari kerusuhan, Trump berulang kali meminta Pence untuk membatalkan kemenangan Biden, permintaan yang tidak mungkin dipenuhi wakilnya itu.
Lalu ada lagi video baru yang menunjukkan para perusuh mencari Ketua DPR Nancy Pelosi dengan maksud untuk membunuhnya.
"Kamu di mana Nancy? Kami mencarimu," teriak para perusuh dalam video tersebut.
"Mereka mencari ketua DPR di aula dan di kantornya, dan secara terbuka menyatakan niat untuk menyerang atau membunuhnya, menyerbu kantor dia dan meneror para staf," kata salah satu "manajer pemakzulan" Stacey Plaskett.
"Mereka melakukan ini karena Donald Trump mengirim mereka ke misi tersebut," imbuhnya.
Manajer pemakzulan lainnya, Eric Swalwell, memutar video ketika Ketua Fraksi Prartai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, bersama sejumlah pengawalnya nyaris bertemu dengan para perusuh.
"Mereka hanya berjarak beberapa yard saja dari para perusuh itu," kata Swalwell.
Dalam video itu Schumer dan pengawalnya terlihat berjalan melewati sebuah lorong. Beberapa detik kemudian mereka terlihat berbalik arah lagi ke tempat semula dengan terburu-buru, rupanya berpapasan dengan para perusuh. Sampai ujung lorong, dua pengawal bersenjata menutup pintu dan memasang badan mereka di daun pintu untuk mencegah para perusuh masuk sementara Schumer terus dievakuasi.
Swalwell juga memutar video baru ketika polisi di garis depan diserang para perusuh dengan berbagai alat, termasuk pentungan, tiang besi, dan bahkan dengan bendera bertuliskan "Trump". Rekaman itu diambil dari body camera petugas polisi sehingga tampak jelas keberingasan para pelaku dari jarak dekat.
Trump dituduh menghasut para pendukungnya untuk melakukan kerusuhan di Gedung Capitol guna menghentikan sidang penetapan Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden yang dipimpin Pence.
Dalam sidang tersebut, tim pemakzulan menggambarkan secara terperinci kronologi keterlibatan Trump dalam kerusuhan itu, peran dia, dan dampak yang ditimbulkan. Selain video, mereka juga menunjukkan cuitan-cuitan Trump sebelum, selama, dan sesudah kerusuhan.
Selain itu juga rekaman suara, termasuk ketika Trump menelepon pejabat negara bagian Georgia untuk mengubah hasil pemilihan di sana agar memenangkan dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




