ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dari Kawan Jadi Lawan, Elon Musk Kini Dukung Pemakzulan Trump

Jumat, 6 Juni 2025 | 11:10 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Donald Trump mendengarkan Elon Muskyang ditemani putranya X Æ A-Xii, berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa 11 Februari 2025, di Washington.
Presiden Donald Trump mendengarkan Elon Muskyang ditemani putranya X Æ A-Xii, berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa 11 Februari 2025, di Washington. (AP/AP)

San Francisco, Beritasatu.com - Miliarder teknologi Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka menyuarakan dukungannya terhadap pemakzulan Presiden Donald Trump. Pernyataan ini memperkeruh ketegangan antara keduanya, yang dahulunya dikenal sebagai sekutu dekat.

Konflik memuncak pada Kamis (5/6/2025) sore ketika Ian Miles Cheong, penulis sayap kanan yang berbasis di Malaysia, membuat unggahan di platform X milik Musk. Dalam postingannya, Cheong menyatakan,"Presiden vs Elon. Siapa yang menang? Saya bertaruh pada Elon. Trump harus dimakzulkan dan JD Vance harus menggantikannya," tulisnya.

Tak lama kemudian, Musk menanggapi singkat dengan kata, "Ya".

ADVERTISEMENT

Pernyataan ini langsung memicu kontroversi, terlebih setelah Trump menyatakan kepada wartawan dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih bahwa dirinya sangat terkejut dan sangat kecewa dengan sikap Musk. Sang presiden menyoroti penolakan Musk terhadap rancangan undang-undang Kebijakan Presiden yang tengah dibahas.

Tak tinggal diam, Musk melalui akun X-nya menyebut dirinya sebagai sosok penting di balik kemenangan Trump pada Pilpres AS 2024. Ia juga melontarkan tuduhan serius dengan menyinggung nama Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual dan pemodal kontroversial yang tewas di penjara.

"Saatnya untuk menjatuhkan bom yang sangat besar," tulis Musk.

"Trump ada dalam berkas Epstein. Itulah alasan sebenarnya berkas tersebut belum dipublikasikan," tulisnya.

"Tandai postingan ini untuk masa mendatang. Kebenaran akan terungkap," lanjutnya.

Trump pun merespons melalui Truth Social. Ia memuji RUU yang diajukan DPR sebagai RUU besar dan indah dan menilai Musk seharusnya menyatakan penolakannya sejak lama. “Jika RUU ini tidak disahkan, akan ada kenaikan pajak sebesar 68% dan dampak buruk lainnya. Saya di sini bukan untuk membuat kekacauan, tapi untuk memperbaikinya. Ini akan membawa Amerika menuju kejayaan kembali,” tulis Trump.

Menanggapi pernyataan-pernyataan panas ini, Gedung Putih memberikan komentar resmi. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan, ini adalah episode yang tidak menyenangkan dari Elon, yang kecewa karena RUU tidak memuat kebijakan yang diinginkannya. "Presiden fokus pada pengesahan undang-undang bersejarah ini untuk membuat negara kita hebat kembali," jelasnya.

Ketegangan antara Elon Musk dan Donald Trump kini menjadi perhatian publik dan media internasional, menambah dinamika baru dalam lanskap politik Amerika menjelang pemilihan mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

Elon Musk Kantongi Rp 2.528 T dari Tesla, 5.745 Kali Gaji Bos Ford!

OTOTEKNO
Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

Reaksi Elon Musk hingga Dana White Soal Penembakan Trump

INTERNASIONAL
XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

XChat Meluncur! Ini 6 Fitur Aplikasi Chat Milik Elon Musk Pesaing WA

OTOTEKNO
XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

XChat Resmi Hadir di iOS, Ini Fitur Unggulannya

OTOTEKNO
Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

Pendapatan Tesla Naik 16 Persen, AI dan Robotaxi Jadi Mesin Baru

EKONOMI
Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

Xiaomi Rekrut Mantan Anak Buah Elon Musk untuk Genjot Penjualan EV

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon