Milisi Nigeria Tewaskan 53 Warga Desa
Minggu, 13 Juni 2021 | 09:20 WIB
Zamfara, Beritasatu.com- Sekelompok milisi bersenjata menyerbu desa, membunuh 53 warga desa di negara bagian Zamfara, Nigeria. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (12/6/2021), menurut polisi dan penduduk setempat, penyerangan itu merupakan kekerasan terbaru yang melanda wilayah bergolak.
"Banyak pria bersenjata pengendara sepeda motor yang dikenal secara lokal sebagai bandit pada Kamis hingga Jumat menyerbu desa Kadawa, Kwata, Maduba, Ganda Samu, Saulawa dan Askawa di distrik Zurmi," bunyi kantor berita AFP mengutip sumber tersebut pada Sabtu.
Geng menembak warga, menyerang petani di ladang mereka dan mengejar warga lain yang melarikan diri untuk menghindari serangan.
Juru bicara polisi Zamfara Mohammed Shehu mengatakan 14 mayat telah dibawa ke ibu kota negara bagian Gusau pada hari Jumat, dan menambahkan bahwa "polisi [dikerahkan] di daerah itu setelah serangan."
Penduduk setempat mengatakan 39 mayat lagi telah ditemukan dan dimakamkan di kota tetangga Dauran.
"Kami menemukan 28 mayat kemarin dan 11 lainnya pagi ini dari desa dan menguburkan mereka di sini," kata warga Dauran Haruna Abdulkarim.
"Berbahaya melakukan pemakaman di sana karena bandit bersembunyi di hutan Zurmi dan bisa kembali menyerang pemakaman," kata warga lain, Musa Arzika, yang melaporkan jumlah korban tewas.
Desa-desa di distrik Zurmi telah berulang kali digerebek oleh bandit, dan penduduk setempat memblokir jalan raya utama pekan lalu, meminta pihak berwenang untuk mengakhiri serangan.
Nigeria barat laut dan tengah dalam beberapa tahun terakhir menjadi mangsa gerombolan pencuri ternak dan penculik yang menyerang desa, membunuh dan menculik penduduk selain mencuri ternak setelah menjarah dan membakar rumah.
Para penjahat mulai fokus merampok sekolah dan menculik siswa untuk mendapatkan uang tebusan.
Lebih dari 850 siswa telah diculik sejak Desember tetapi sebagian besar telah dibebaskan setelah pembayaran uang tebusan.
Dalam satu siaran pada hari Jumat, Gubernur negara bagian Zamfara Bello Matawalle mendesak warga untuk membela diri dari "bandit pembunuh".
Meningkatnya kejahatan kekerasan di barat laut telah menambah tantangan yang dihadapi oleh Nigeria di negara bagian utara, yang biasanya lebih miskin daripada wilayah selatan di negara terpadat di Afrika berpenduduk 210 juta jiwa.
Serangan bersenjata selama satu dekade di timur laut telah menewaskan lebih dari 30.000 orang. Kekerasan memaksa setidaknya dua juta orang meninggalkan rumah mereka, menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




