Malam Tahun Baru di Prancis, 847 Mobil Jadi Korban Tradisi Pembakaran
Minggu, 2 Januari 2022 | 08:32 WIB
Paris, Beritasatu.com- Sebanyak 847 mobil hancur dibakar sebagai tradisi demonstran di Prancis pada dini hari pada hari pertama tahun baru. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (1/1/2022), Kementerian Dalam Negeri menyebut ratusan orang ditahan karena perusakan tersebut.
Pembakaran massal kendaraan yang diparkir telah menjadi tradisi yang terkenal dan banyak disesalkan di Prancis. Setidaknya, ratusan kendaraan dibakar hampir setiap Malam Tahun Baru.
Tahun ini, bagaimanapun, lebih sedikit mobil yang rusak dari sebelumnya, menurut Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, yang mengaitkan penurunan tersebut dengan kehadiran polisi yang lebih besar dan tindakan cepat oleh layanan publik yang relevan.
Baca Juga: Selama Dua Hari, Kasus Harian Covid Prancis di Atas 200.000
Darmanin berterima kasih kepada polisi dan personel keamanan sipil di Twitter atas penurunan kekerasan. Terlepas dari upaya petugas keamanan, ratusan mobil masih dibakar. Meskipun demikian, Darmanin mencatat jumlahnya lebih kecil dari tahun 2019, ketika lebih dari 1.300 kendaraan dibakar.
Sekitar 95.000 petugas polisi dan polisi dikerahkan ke jalan-jalan di kota-kota Prancis pada Sabtu malam untuk menjaga hukum dan ketertiban, serta menegakkan pembatasan Covid-19 pemerintah yang membatasi peserta dalam pertemuan. Sekitar 32.000 petugas pemadam kebakaran dan pejabat keamanan sipil juga membantu menangani insiden malam hari.
Baca Juga: PM Prancis Prediksi Omicron Jadi Dominan Mulai 2022
Menurut media Prancis, di kota Strasbourg Prancis saja, 87 mobil dibakar, sekitar 30 orang ditangkap dan empat petugas polisi terluka. Kota tersebut menyaksikan para perusuh melakukan perlawanan yang sangat sengit dan bentrok dengan penegak hukum, termasuk dengan melempari petugas dengan petasan.
Jumlah total penahanan dan penangkapan sts juga sedikit lebih tinggi dari tahun 2019, dengan 441 orang ditangkap di seluruh Prancis.
Praktik pembakaran mobil menjadi populer di kalangan anak muda di lingkungan miskin Prancis pada 1990-an dan menjadi sangat meluas pada Malam Tahun Baru. Tradisi juga mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya selama tiga minggu kerusuhan yang melanda pinggiran ibukota Prancis, Paris, dan kota-kota lain pada tahun 2005. Pada saat itu, 8.810 kendaraan dibakar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




