Curhat, Komandan Marinir Ukraina di Mariupol Mohon Bantuan ke Pemimpin Dunia
Rabu, 20 April 2022 | 11:44 WIB
Mariupol, Beritasatu.com - Seorang komandan marinir Ukraina yang bertempur di benteng terakhir Mariupol mengatakan, ia dan pasukannya "mungkin menghadapi hari-hari terakhirnya, atau bahkan jam-jam terakhir". Ia juga memohon bantuan kepada pemimpin dunia, agar dibawa ke wilayah negara pihak ketiga.
Ia menuliskannya di akun media sosial Facebook pada Rabu (20/4/2022) pagi. "Musuh melebihi jumlah kita satu banding 10," kata Serhiy Volyna dari Brigade Marinir ke-36, yang berlindung di pabrik baja Azovstal yang terkepung.
"Kami memohon dan memohon kepada semua pemimpin dunia untuk membantu kami. Kami meminta mereka untuk menggunakan prosedur ekstraksi dan membawa kami ke wilayah negara pihak ketiga, "tambahnya.
Baca Juga: Rusia Beri Tambahan Waktu ke Tentara Ukraina di Mariupol untuk Menyerah
Rusia telah memberi tambahan waktu ke tentara Ukraina yang masih bertahan di Mariupol untuk menyerah pada Rabu. Ultimatum baru dikeluarkan, setelah peringatan sebelumnya untuk menyerah pada tengah malam tak direspons pasukan Ukraina yang tersisa dan berkumpul di sebuah pabrik baja.
Tak ada satu pun tentara Ukraina yang meletakkan senjata, dan komandan mereka telah bersumpah untuk tak mau menyerah.
"Angkatan bersenjata Rusia, yang murni berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, sekali lagi mengusulkan agar para pejuang batalyon nasionalis dan tentara bayaran asing menghentikan operasi militer mereka mulai pukul 14:00 waktu Moskwa pada 20 April dan meletakkan senjata," kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




