ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Miris, Warga Sakit Ditandu ke RS karena Jalan Rusak di Bandung Barat

Senin, 21 April 2025 | 23:05 WIB
AG
BW
Penulis: Algi Muhamad Gifari | Editor: BW
Warga di Bandung Barat, Jawa Barat, yang mengalami sakit terpaksa ditandu ke rumah sakit (RS) karena jalan rusak, Kamis 17 April 2025.
Warga di Bandung Barat, Jawa Barat, yang mengalami sakit terpaksa ditandu ke rumah sakit (RS) karena jalan rusak, Kamis 17 April 2025. (./Istimewa)

Bandung Barat, Beritasatu.com – Warga di Bandung Barat, Jawa Barat, yang mengalami sakit terpaksa ditandu ke rumah sakit (RS) karena jalan rusak.

Warga yang sakit itu ditandu menggunakan kain sarung dan bambu sebelum akhirnya dipindahkan ke ambulans untuk dibawa menuju rumah sakit.

Peristiwa itu dialami warga di Kampung Citiis, Wangunsari, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis (17/4/2025). Peristiwa tersebut pun direkam oleh kamera ponsel warga dan diunggah di media sosial hingga akhirnya viral.

Dalam video tersebut, terlihat warga menggendong hingga menandu seorang warga yang sakit dengan bambu dan sarung. Mereka menempuh jalan rusak dengan kondisi tanah merah dan berbatu untuk menuju mobil ambulans yang tidak dapat menjangkau rumah warga yang sakit. Selain jalan rusak, peristiwa warga sakit ditandu itu terpaksa dilakukan karena sebagian jalan rawan longsor.

ADVERTISEMENT

"Betul kejadiannya Kamis minggu lalu, itu karena jalan rusak dan ada longsor, jadi ambulans tidak bisa masuk. Makanya ditandu jalan kaki," kata Kepala Desa Wangunsari, Dadang Hermawan saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Senin (21/4/2025).

Dadang menjelaskan, warga yang ditandu karena sakit itu adalah lansia bernama Eben, warga Citiis, RT 06/06 Desa Wangunsari. Saat itu, korban mengalami serangan strok sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin. 

"Pasien berasal dari Kampung Citiis. Ditandu sepanjang 800 mater, dibawa ke RSUD Cililin," jelas Dadang.

Dikatakan Dadang, jalan sepanjang 4 km menuju kampung Citiis rusak parah sejak 2020 dan rencananya diperbaiki pada tahun yang sama.

Namun, karena terkendala pandemi Covid-19, sehingga anggaran perbaikan jalan dialihkan untuk penanggulangan kesehatan. Padahal saat itu, jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan roda empat apalagi saat hujan turun. Karena jalan rusak itulah, saat ada warga yang sakit, harus ditandu menggunakan sarung dan bambu.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon