Tepergok Curi Labu, Pria di Cianjur Tewas Dianiaya
Selasa, 3 Maret 2026 | 11:34 WIB
Cianjur, Beritasatu.com – Seorang pria bernama Minta (56) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan akibat tepergok mengambil dua buah labu siam di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026).
Korban sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengambil dua labu siam dari kebun milik warga. Aksinya dipergoki penjaga kebun berinisial Ujang Ahmad (40) yang kemudian mengejar korban hingga ke kediamannya.
Di depan rumah korban, keduanya terlibat adu mulut yang berujung pada dugaan tindak kekerasan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sempat melerai.
Setelah dilerai, korban mengakui perbuatannya dan menunjukkan dua labu siam yang diambil kepada saksi. Namun, tidak lama berselang, korban tampak berjalan sempoyongan sambil mengeluhkan pusing di bagian kepala.
Kapolsek Cugenang Usep Nurdin menyampaikan korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi menuju rumah sakit.
“Korban sempat mendapat penanganan medis di instalasi gawat darurat, tetapi pada Senin siang dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Jenazah korban kini berada di kamar jenazah RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara pasti.
Ditemukan Sejumlah Luka
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan beberapa luka pada tubuh korban, antara lain benjolan di bagian belakang kepala, memar dan lecet di dahi, memar pada kelopak mata kanan, leher, lengan kanan, siku kiri, serta lecet di kedua kaki. Selain itu, ditemukan pula bekas darah pada lubang hidung.
Polisi menduga terdapat luka dalam akibat penganiayaan. Namun, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita dua buah labu siam sebagai barang bukti.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Reserse Kriminal Polsek Cugenang. Aparat masih mendalami keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Kami masih mendalami motif dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




