Polri Dorong Keamanan hingga Lingkungan RT dan RW
Rabu, 4 Maret 2026 | 01:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penguatan keamanan lingkungan harus dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) melalui kolaborasi aparat dan masyarakat. Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menegaskan stabilitas wilayah dan ketahanan nasional hanya dapat terwujud melalui partisipasi aktif warga serta optimalisasi peran tiga pilar.
Kalingga menyampaikan, konsep kepolisian modern bertumpu pada kemitraan aktif antara aparat dan masyarakat atau community policing. Ia menekankan polisi tidak dapat diposisikan sebagai entitas yang berdiri sendiri.
“Polisi bukanlah institusi yang terpisah dari masyarakat. Di dalam masyarakat ada polisi, dan polisi bekerja untuk masyarakat,” ujar Kalingga dalam acara "Ngopi Kamtibmas" bersama warga Perumahan Poin Mas, Rangkapan Jaya, Kota Depok, Selasa (3/3/2026) malam.
Menurut dia, kemitraan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Setiap persoalan di lingkungan, kata Kalingga, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu melalui musyawarah di tingkat RT atau RW sebelum menempuh jalur hukum formal.
Ia menilai Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) menjadi ruang dialog dan pemecahan masalah berbasis pendekatan persuasif. “Pendekatan musyawarah harus menjadi langkah awal sebelum proses hukum,” tegasnya.
Dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat desa dan RW, Polri mengedepankan konsep tiga pilar yang terdiri atas pemerintah wilayah seperti Ketua RW atau Kepala Desa, TNI melalui Babinsa, serta Polri melalui Bhabinkamtibmas.
“Tiga pilar ini merupakan representasi negara di tingkat paling bawah dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan,” jelas Kalingga.
Namun, ia menekankan efektivitas tiga pilar bergantung pada dukungan masyarakat. Karena itu, konsep tersebut berkembang menjadi tiga pilar plus dengan melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, serta potensi sosial lainnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pos keamanan lingkungan (poskamling) yang dikelola secara terorganisir dengan jadwal ronda disiplin sebagai bentuk nyata partisipasi warga.
“Prinsipnya gotong royong dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kalingga menambahkan, sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci menjaga keamanan secara humanis dan terukur. Keamanan yang kondusif, kata dia, akan memperkuat stabilitas wilayah dan mendukung keberhasilan pembangunan.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Jika lingkungan aman, program pemerintah berjalan efektif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




