Kasus Covid-19 Turun, RS Lapangan Bogor Dinonaktifkan
Senin, 19 April 2021 | 13:59 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Terhitung hari ini, Senin (19/4/2021) Rumah Sakit Gawat Darurat Lapangan Kota Bogor dinonaktifkan. Penghentian operasional rumah sakit lantaran angka pasien positif Covid-19 Kota Bogor turun.
Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, RS Lapangan dinonaktifkan dulu karena kebutuhan pasien perawatan tidak ada lagi. Kata dia, rumah sakit didirikan tiga bulan lalu lantaran periode Desember hingga Februari jumlah pasien Covid-19 cukup tinggi dengan rata-rata kasus per hari di atas 100 kasus baru.
"Saat ini angkanya di bawah 50, sudah sangat terkendali. Jadi (RS Lapangan) tidak dibutuhkan lagi, semua sudah tercukupi di rumah sakit rujukan yang ada," kata Bima saat penutupan operasional RS Lapangan.
Terkait diaktifkan lagi atau tidak, Bima menjawab, sangat tergantung kepada kebutuhan.
Pun demikian, Pemkot Bogor mewaspadai peningkatan kasus atau gelombang kedua pascalibur Lebaran. Saat kejadian luar biasa atau kegawatdaruratan kembali terjadi, Bima memastikan operasional RS Lapangan kembali bisa difungsikan.
"Beberapa kasus di berbagai negara. Karena sudah terkendali, abai lalu terjadi gelombang kedua. Kita mewaspadai itu, bila terjadi RS Lapangan bisa kembali difungsikan," paparnya.
Untuk itu, Bima pun memerintahkan agar alat kesehatan dan fasilitas RS Lapangan tetap berada di lokasi. Hanya tenaga kesehatan atau SDM yang kembali bekerja di tempat semula. Dengan demikian, ketika keadaan darurat RS Lapangan segera bisa difungsikan.
Terkait efektivitas, keberadaan RS Lapangan selama berjalan dipuji Bima sangat efektif. Dari 346 pasien yang dirawat, ada 298 orang telah dinyatakan sembuh, selebihnya dirujuk ke rumah sakit, dan tidak ada kasus meninggal.
Bima menambahkan, pada Ramadan ini situasi kasus sangat terkedali. Berdasarkan data Satgas Covid-19 dari total 14.728 kasus, sebanyak 13.956 pasien telah dinyatakan sembuh, 533 orang masih dalam perawatan, dan 239 pasien meninggal dunia.
"Pun angkanya terus menurun, saya minta selama Ramadan ini kita selalu waspada, jangan lengah sehingga gelombang kedua tidak terjadi," tandas Bima.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




