Korban Tewas Kecelakaan Bus Wisata di Tol Pemalang Bertambah
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:41 WIB
Pemalang, Beritasatu.com – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus rombongan wisata di ruas Tol Pemalang–Batang bertambah menjadi empat orang. Insiden tragis ini terjadi di kilometer 312 B arah Semarang–Jakarta, tepatnya di tikungan menuju Gerbang Tol Gandulan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (25/10/2025).
Bus bernomor polisi DK 9296 AH tersebut membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, yang hendak berwisata ke Guci, Kabupaten Tegal. Total terdapat 34 penumpang, terdiri dari 31 peserta dan tiga kru, termasuk sopir serta dua kernet.
Kasatlantas Polres Pemalang AKP Arief Wiranto menjelaskan, selain empat korban meninggal dunia, satu korban mengalami luka berat dan 13 lainnya luka ringan. Sebanyak 16 penumpang lainnya berhasil selamat.
“Seluruh korban sudah dievakuasi ke beberapa rumah sakit di sekitar lokasi, di antaranya RS Siaga Medika Pemalang dan RSI Al-Ikhlas Taman,” ujar Arief.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bus diduga kehilangan kendali saat melintas di jalan menurun dan menikung tajam. Kendaraan kemudian terguling ke sisi kanan, menabrak pembatas jalan, dan terhenti di bawah turunan saluran air.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama hampir dua jam. Petugas gabungan dari Satlantas Polres Pemalang, BPBD, PBTR, dan tim SAR dikerahkan untuk mengevakuasi korban serta menarik bangkai bus menggunakan kendaraan derek. Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas di ruas Tol Pemalang–Batang kembali normal.
Polisi mengimbau seluruh operator transportasi wisata memastikan kelayakan kendaraan sebelum perjalanan jauh guna mencegah kecelakaan serupa.
Sementara itu, pemandu wisata (tour guide) bernama Rian (35) mengaku sempat mendengar pengemudi mengeluhkan kondisi rem bus sesaat sebelum kecelakaan.
“Awalnya bus enggak ngebut, kecepatan sekitar 60 km/jam karena belum keluar exit tol. Sopir sempat bilang remnya terasa slow, kayak enggak berfungsi. Padahal kecepatan sudah dikurangi, transmisi juga sudah diturunkan,” tutur Rian.
Ia yang duduk di kursi depan menceritakan, bus oleng saat memasuki tikungan menurun menuju pintu exit Tol Pemalang.
“Jadi pas di tikungan, bus masih pelan, tetapi tiba-tiba miring ke kanan terus terbalik. Saya terlempar ke luar karena kaca depan pecah,” ujarnya.
Setelah terlempar, Rian segera mencari telepon genggamnya untuk meminta bantuan dan memastikan penumpang lain mendapat pertolongan.
“Saya langsung menjauh dari bus, takut kalau busnya terbakar. Setelah itu baru minta tolong ke kendaraan lain yang lewat,” tambahnya.
Berikut empat korban yang meninggal dunia:
- Khomsiyah, meninggal di RSU Prima Medika
- Sri Fitriyati, meninggal di RS Siaga Medika Pemalang
- Endah Ciptaningrum, meninggal di RS Siaga Medika Pemalang
- Abdul Ghofur, meninggal di RS Siaga Medika Pemalang
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Gempa M 6,2 Guncang Talaud Terasa hingga Manado




