Penutupan Pendakian Semeru Diperpajang Akibat Cuaca Buruk
Kamis, 11 Desember 2025 | 11:01 WIB
Malang, Beritasatu.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi memperpanjang masa penutupan jalur pendakian Gunung Semeru hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem sesuai dengan imbauan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, menerangkan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi hujan dengan intensitas tinggi, tanah longsor maupun angin kencang sepanjang Desember 2025.
“Kami Balai Besar TNBTS memutuskan untuk memperpanjang penutupan pendakian Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan,” tulis Rudijanta dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).
Perpanjangan masa penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tertuang di dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.21/T.8/TU/HMS.01.08/B/12/2025 tentang Perpanjangan Penutupan Pendakian Gunung Semeru yang diterbitkan pada hari ini.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk mengantisipasi dan perlindungan demi keselamatan serta kenyamanan pengujung dari ancaman bencana alam yang mungkin terjadi,” bebernya.
TNBTS mengimbau, bagi para pendaki yang telah melakukan pembelian tiket melalui sistem pemesanan tiket masuk secara daring di laman resmi bromotenggersemeru.id, terhitung mulai periode 20 November 2025 sampai 18 Desember 2025 bisa melakukan penjadwalan ulang.
"Mekanismenya akan diumumkan setelah terdapat kepastian pembukaan kembali jalur pendakian," ujarnya.
Jika ditemukan pendaki nakal yang melakukan pendakian secara ilegal, maka pihak Balai Besar TBTS memastikan akan menindak tegas setiap aktivitas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Rudi menambahkan meskipun jalur pendakian Gunung Semeru ditutup, wisatawan masih bisa berkunjung ke Gunung Bromo maupun Ranu Regulo. Namun, pengujung tetap dihimbau untuk waspada dan menjauhi area yang masuk dalam kategori rawan bencana.
“Wilayah rawan bencana yang dimaksut, termasuk sekitar kawah Bromo (spot Planet Bromo). Perlu diketahui, seismograf pemantau aktivitas vulkanik Gunung Bromo berada di area tersebut, sehingga wisatawan perlu lebih waspada," pungkasnya.
Sebelumnya, aktivitas pendakian Gunung Semeru telah diberlakukan sejak 20 November 2025 lalu. Kebijakan ini diambil karena adanya bencana erupsi Gunung Semeru beberapa waktu yang lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




