ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahasiswa Asing Ikuti Upacara HUT Ke-80 RI di Universitas Brawijaya

Minggu, 17 Agustus 2025 | 13:01 WIB
PS
BW
Penulis: Putu Ayu Pratama Sugiyo | Editor: BW
Puluhan mahasiswa asing mengikuti upacara HUT ke-80 RI di Universitas Brawijaya Malang, Sabtu 16 Agustus 2025.
Puluhan mahasiswa asing mengikuti upacara HUT ke-80 RI di Universitas Brawijaya Malang, Sabtu 16 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

Malang, Beritasatu.com – Suasana semarak hari ulang tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa istimewa di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang. Sekitar 30 mahasiswa asing dari berbagai negara turut serta dalam upacara bendera yang digelar di halaman rektorat, Sabtu (17/8/2025).

Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi simbol semangat inklusivitas dan persatuan, sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang dijunjung tinggi oleh kampus biru tersebut.

Ketua Mahasiswa Asing UB, Mohamad Bosha, menyampaikan rasa harunya dapat ikut merasakan langsung atmosfer hari kemerdekaan Indonesia.

“Saya merasa sangat terhormat sebagai mahasiswa asing bisa merasakan langsung semangat kemerdekaan Indonesia. Ini adalah pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan bagi saya,” ujar Bosha, mahasiswa asal Sudan Selatan yang tengah menempuh studi S-3 Mikrobiologi Lingkungan.

ADVERTISEMENT

Bosha menilai bahwa kemerdekaan bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga semangat persatuan dan perjuangan bersama.

“Indonesia merdeka karena semangat bersama-sama, dan itu memberi inspirasi untuk menjaga kebersamaan di mana pun. Hari ini bukan hanya tentang perayaan, ettapi menjadi ruang kebersamaan. Kami, mahasiswa asing, merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia,” tambahnya.

Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya di kampus, Bosha juga mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat Indonesia dalam memperingati 17 Agustus.

“Perayaan yang luar biasa. Bangsa Indonesia memiliki semangat besar untuk merayakan 17 Agustus. Dari persiapan hingga pelaksanaan upacara, saya melihat kecintaan yang luar biasa terhadap negara ini, sesuatu yang jarang saya temukan di negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur International Office UB Didik Hartono menjelaskan, pelibatan mahasiswa asing dalam upacara kemerdekaan merupakan langkah nyata memperkuat pemahaman lintas budaya dan diplomasi antarbangsa.

“Ini mencerminkan inklusivitas, sekaligus membuat mahasiswa memahami budaya serta nilai kebangsaan Indonesia. Mereka bisa mengetahui bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan,” jelas Didik.

Menurutnya, partisipasi mahasiswa asing dalam upacara kemerdekaan menciptakan ruang edukatif sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.

“Beberapa mahasiswa dari Timur Tengah sempat kaget melihat kuatnya semangat nasionalisme kita, dari pucuk pimpinan sampai masyarakat. Hal ini membuka wawasan mereka tentang karakter bangsa Indonesia,” tambahnya.

Mahasiswa yang mengikuti upacara berasal dari berbagai negara, antara lain Jerman, Gambia, Sudan Selatan, Myanmar, Mesir, Pakistan, hingga Timor Leste. Mereka mengenakan pakaian adat masing-masing, dipadukan dengan atribut kemerdekaan seperti stiker bendera merah putih di pipi dan replika bambu runcing.

“Ini two in one, mereka kami minta mengenakan pakaian adat masing-masing yang dikombinasikan dengan atribut Indonesia, sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya dan nilai kebangsaan Indonesia,” pungkas Didik.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon