ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KPAI Ingatkan Penting Mendidik Anak agar Bisa Mengekspresikan Perasaannya

Selasa, 2 April 2024 | 12:45 WIB
NF
NF
Penulis: Novie Fauziah | Editor: NF
Ilustrasi emosi yang dirasakan oleh anak.
Ilustrasi emosi yang dirasakan oleh anak. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Mendidik anak-anak agar mampu menceritakan perasaan dan emosinya kepada orang tua sangat penting. Hal ini dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik, membangun hubungan yang kuat dengan orang tua, dan juga memungkinkan orang tua untuk lebih memahami serta mendukung kebutuhan emosional anak-anak. 

Untuk itu dengan cara ini, anak-anak dapat merasa lebih nyaman dan aman dalam mengungkapkan perasaan mereka, sehingga  dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka.

"Agar anak-anak kita tidak kelu, kaku, terbata-bata, atau tidak bisa bicara, sulit menguasai emosinya ketika ingin mengungkap apa yang dirasakan, mengungkap kebenaran apa yang dia alami," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Jasra Putra mengatakan, perlu mengajarkan anak untuk memahami tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya.

"Orang tua penting menyampaikan apa yang boleh disentuh dan tidak dari anggota tubuh anak. Perilaku apa yang tidak boleh dilakukan orang dewasa atau orang terdekat di sekitar mereka, meskipun itu orang yang paling dipercaya orang tuanya, seperti pengasuh," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu yang menjadi contoh adalah peristiwa kekerasan terhadap anak yang  terjadi kepada anak selebgram Aghnia Punjabi. Menurutnya, kejadian tersebut telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun, tanpa diketahui oleh orang tuanya menunjukkan anak-anak tidak mudah mengekspresikan pengalamannya.

Terlebih dalam kasus ini, pelaku memiliki kemampuan untuk bersikap baik saat berada bersama orang tua korban sehingga tidak dicurigai telah melakukan kekerasan.

"Pelaku memiliki sikap manipulatif, tiba-tiba bisa sangat sopan ketika ada mama korban, dan tiba-tiba menjadi pelaku penyerang ketika sendiri dengan anak," katanya.

KPAI pun mendorong aparat penegak hukum untuk mendalami latar belakang pengasuh tersebut agar dapat terungkap penyebab perilaku kekerasan terhadap korban.

"Apa yang dialami anak dari pengasuhnya tersebut, ada motif yang perlu didalami, dan saya kira sedang dilakukan kepolisian. Ada latar belakang pelaku yang perlu disisir, didalami, dan ditelusuri riwayatnya," kata Jasra Putra.

Menurutnya, kasus ini kompleks karena melibatkan perempuan sebagai pelaku, korban yang masih anak-anak, dan pelaku yang juga memiliki anak di kampungnya sehingga kasus ini perlu penanganan yang holistik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Fakta Kasus Pelajar Tewas di Bantul: Kekerasan Seksual hingga Abai Autopsi

Fakta Kasus Pelajar Tewas di Bantul: Kekerasan Seksual hingga Abai Autopsi

JAWA TENGAH
Lentera Anak Dukung Kemenkomdigi Batasi Iklan Digital yang Sasar Anak

Lentera Anak Dukung Kemenkomdigi Batasi Iklan Digital yang Sasar Anak

EKONOMI
Kenapa Kasus Rudapaksa Anak di Lingkungan Keluarga Marak Terjadi?

Kenapa Kasus Rudapaksa Anak di Lingkungan Keluarga Marak Terjadi?

NASIONAL
AMDK Pakai Foto Balita Dikecam, BPKN: Langgar Aturan!

AMDK Pakai Foto Balita Dikecam, BPKN: Langgar Aturan!

NASIONAL
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal Dunia

NASIONAL
Ibu Kandung NS Lapor KPAI, Minta Kasus Filisida Dibongkar Tuntas

Ibu Kandung NS Lapor KPAI, Minta Kasus Filisida Dibongkar Tuntas

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon