Review Buku Icons of Evolution Karya Jonathan Wells, Zara Anak Ridwan Kamil Sudah Baca?
Jumat, 19 April 2024 | 10:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Buku berjudul “Icons Of Evolution” yang ditulis oleh Jonathan Wells merupakan sebuah karya yang mengkritik paradigma evolusi. Dalam bukunya, Wells mengatakan banyak contoh evolusi yang sering digunakan dalam buku teks dan artikel berita sebenarnya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
Ia menuduh para ilmuwan evolusi memanipulasi dan memutarbalikkan data untuk mendukung teori tersebut, lalu mengeklaim mereka menafsirkan dengan pandangan yang berbeda.
Buku ini dibagi menjadi beberapa bab, masing-masing babnya membahas contoh ikonik evolusi yang berbeda, seperti embrio haeckel, transisi fosil, dan homologi. Wells membahas sejarah setiap contohnya, bukti yang mendukungnya, dan kritik terhadap bukti-bukti tersebut.
Wells juga membahas filosofi ilmu pengetahuan dan implikasi dari teori evolusi. Ia mengatakan evolusi sering disajikan sebagai fakta, padahal sebenarnya teori-teori tersebut masih diperdebatkan. Ia juga berargumen teori evolusi memiliki implikasi filosofis yang mendalam, karena menantang pandangan tradisional tentang asal-usul manusia dan tempatnya di alam semesta.
Sepertinya, Wells menganut pandangan kreasionis yang percaya evolusi adalah "filsafat materialistis". Namun evolusi, seperti teori ilmiah lainnya, hanya mencoba menemukan penjelasan alami mengenai alam.
Apakah ada seseorang yang memilih untuk percaya bahwa "keberadaan Anda hanyalah produk sampingan dari sebab-sebab alami yang tidak memiliki tujuan", tergantung pada keyakinan agama masing-masing orang. Hal ini tentu saja tidak tersirat dalam evolusi, seperti yang terlihat jelas dari fakta kebanyakan ilmuwan adalah penganut ateis.
Hal ini berdasarkan laman Pew Researc Center tentang Scientist and Belief yang menjelaskan, lebih dari separuh ilmuwan (51%) percaya pada suatu bentuk dewa atau kekuatan yang lebih tinggi khususnya, 33% ilmuwan mengatakan mereka percaya pada Tuhan, sementara 18% percaya pada roh universal atau kekuatan yang lebih tinggi.
Judul buku ini sudah tidak diragukan lagi, mengacu pada "evolusi", dengan salah satu gambaran visual pada sampulnya. Gambar terkenal di sampul tersebut menunjukkan rangkaian primata yang berjalan dari kiri ke kanan, dimulai dengan kera kecil yang berjalan, berlanjut melalui serangkaian apec man, dan diakhiri dengan kera Cro Magnon modern di sebelah kanan.
Versi asli cover ini sebenarnya diterbitkan dalam buku "Time Life Early Man" pada 1970 dan digambar oleh Rudy Zallinger. Namun, sejak itu terus-menerus disalin, dan dimodifikasi. Faktanya, versi gambar ini menghiasi sampul buku Wells sendiri, dan dia menggambarkannya sebagai "ikon utama" evolusi.
Buku “Icons Of Evolution” pertama kali diterbitkan pada 2000. Beberapa versi bahasa lain diterbitkan setelahnya, dengan versi bahasa Indonesia dengan judul "Ikon-ikon Evolusi: Sains atau Mitos? Mengapa Banyak Hal yang Kita Pelajari Tentang Evolusi Adalah Salah".
Buku "Icons of Evolution" oleh Jonathan Wells ini tidak dilarang secara resmi. Namun, buku ini telah dikritik oleh banyak orang dan organisasi karena dianggap tidak akurat secara ilmiah dan menyesatkan. Buku tersebut juga telah menerima banyak kritik dari para ilmuwan dan ahli biologi.
Kritikus berargumen Wells salah menggambarkan bukti ilmiah untuk evolusi dan menyatakan, dia mengabaikan banyak bukti yang mendukung teori tersebut. Mereka juga menuduhnya bias dan tidak ilmiah dalam pendekatannya.
Meski begitu, buku ini tetap populer di kalangan penentang evolusi, dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Selain itu, "Icons of Evolution" juga memicu banyak perdebatan tentang bukti ilmiah untuk evolusi dan peran agama dalam pendidikan sains.
Apakah Camillia Laetitia Azzahra atau Zara anak Ridwan Kamil yang tiba-tiba membuka hijabnya, telah membaca buku ini juga? Sebab masyarakat berasumsi Zara terpengaruhi karena membaca buku "Sapiens" karya Yuval Noah Harari, yang diterbitkan dalam bahasa Ibrani di Israel pada 2011.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Gempa M 6,2 Guncang Talaud Terasa hingga Manado




