Psikolog Ingatkan Mengubah Perilaku Anak Harus Hindari Hukuman Fisik
Sabtu, 5 Oktober 2024 | 16:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mengubah perilaku anak memerlukan pendekatan yang holistik dan penuh pemahaman. Terdapat beberapa cara yang efektif untuk melakukannya.
Salah satunya mengajarkan anak tentang aturan dan konsekuensi dari tindakan mereka. Kemudian, menggunakan komunikasi yang jelas dan sederhana untuk memastikan mereka memahami.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim menyatakan, hukuman fisik tidak selalu efektif untuk semua anak dalam mengubah perilaku mereka.
“Banyak orang tua yang menerapkan hukuman fisik, tetapi anak tetap tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa hukuman tersebut tidak membuat anak jera. Mungkin pendekatan yang berbeda diperlukan,” jelas dia dikutip dari Antara, Sabtu (5/10/2024).
Ia menambahkan, ada banyak alasan di balik perilaku anak yang melanggar. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap aturan, upaya mencari perhatian, atau kondisi tertentu yang memaksa mereka untuk melanggar.
Romi menjelaskan hukuman fisik, seperti memukul, bukanlah solusi untuk mengubah perilaku anak. Anak harus memahami konsekuensi dari tindakan mereka dan menyadari manfaat dari mematuhi peraturan.
Mengubah perilaku anak sebaiknya dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang dikenal sebagai shaping atau pembentukan perilaku.
“Proses ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memberikan informasi dan pemahaman secara kognitif, diikuti dengan aspek afektif, sebelum beralih ke psikomotor. Hal ini membantu anak memahami bahwa perilaku baik bermanfaat bagi mereka, sehingga mereka cenderung tidak mengulangi kesalahan,” paparnya.
Romi juga menyarankan agar orang tua untuk menjelaskan konsekuensi pelanggaran melalui komunikasi yang baik, serta menggambarkan dampak emosional apabila anak tidak mematuhi aturan. Pendekatan ini diharapkan dapat menghentikan perilaku negatif.
Menurutnya, hukuman tidak selalu harus diberikan ketika anak berbuat kesalahan. Selain itu, anak juga tidak boleh terlalu dimanjakan dengan hadiah setiap kali mereka patuh, karena hal ini dapat merusak mental mereka dan menciptakan ketergantungan pada imbalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




