Waspada! Strok, Jantung, Kanker dan Ginjal Jadi Penyakit Mematikan
Sabtu, 17 Mei 2025 | 16:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut terdapat empat penyakit yang mematikan di Indonesia. Keempatnya adalah strok, jantung, kanker dan ginjal. Maka dari itu, masyarakat diminta selalu waspada dan menjaga kesehatan.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi strok di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Seseorang yang terkena serangan strok, setiap menitnya mengalami kematian sel otak sebanyak 1,9 juta.
“Penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia, nomor satu adalah strok. Saya yakin pasti ada saudara-saudaranya yang ada di sini yang pernah kena strok. Itu pembunuh nomor satu sebanyak 300.000 jiwa,” katanya pada acara 'Double Check' bertajuk Bagaimana Visi Kesehatan Era Prabowo? di Cemara 6 Galeri, Teotri Heraty Museum, Jakarta, Sabtu (17/5/2025).
Penyakit mematikan yang kedua adalah jantung. Data Kemenkes mengungkapkan kematian di Indonesia akibat penyakit kardiovaskular mencapai 651.481 penduduk per tahun, yang terdiri dari strok 331.349 kematian, penyakit jantung koroner 245.343 kematian, penyakit jantung hipertensi 50.620 kematian, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
“Nomor dua itu jantung. Pasti kita punya saudara atau teman atau orang tua yang pernah kena jantung. 250.000 jiwa. Ketiga adalah kanker. Pasti ada yang kena. Ibu saya kena kanker, kena strok. Bapak saya kena kanker, meninggal,” paparnya.
Selanjutnya yakni penyakit ginjal. Dikatakan, penyakit kronis ini tidak langsung menyebabkan seseorang meninggal dunia, tetapi dapat membunuhnya secara perlahan-lahan.
Biasanya, seseorang yang terkena gagal ginjal akan mengalami kerusakan organ ginjal dalam waktu 4-5 tahun, sehingga membutuhkan transplantasi.
“Untuk penyakit ginjal, pasien cuci darah. Ibu saya kena ginjal, mesti diganti ginjal. Empat penyakit mematikan ini adalah penyakit kronis. Jadi enggak kita kena hari ini, fungsi ginjal turun, langsung besoknya meninggal. Enggak. Dia itu rusak organ kita perlahan, 4 tahun, 5 tahun, baru meninggal,” pungkas Budi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




