ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Desainer Italia Giorgio Armani Meninggal pada Usia 91

Kamis, 4 September 2025 | 23:19 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Desainer Giorgio Armani
Desainer Giorgio Armani

Jakarta, Beritasatu.com – Desainer Italia, Giorgio Armani, meninggal dunia pada usia 91 tahun di Milan, Italia utara.

Armani dikenal sebagai sosok yang mengubah konsep keanggunan sederhana menjadi kerajaan mode bernilai miliaran dolar. Ia bahkan dikabarkan tengah mempersiapkan acara besar untuk merayakan 50 tahun rumah mode andalannya, Giorgio Armani, pada ajang Milan Fashion Week bulan ini.

Berawal dari jaket tanpa lapisan, celana panjang sederhana, dan palet warna urban, Armani menempatkan busana siap pakai Italia di peta mode internasional sejak akhir 1970-an. Ia menciptakan siluet santai yang mudah dikenali dan menopang eksistensi rumah mode tersebut selama lebih dari setengah abad.

Dari ruang eksekutif hingga layar lebar Hollywood, Armani mendandani tokoh-tokoh ternama dengan gaya klasik yang menggunakan kain superlembut dan warna-warna kalem. Setelan hitamnya yang elegan dan gaun malam berkilauan kerap menjadi sorotan di karpet merah musim penghargaan.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari Al Jazeera, Armani membangun kerajaan bisnis senilai lebih dari US$ 10 miliar, mencakup aksesori, perabot rumah tangga, parfum, kosmetik, buku, bunga, hingga cokelat. Forbes pun menempatkannya dalam jajaran 200 miliarder teratas dunia.

Armani lahir pada 1934 di Piacenza, kota industri di Italia utara, dekat Milan. Ia merupakan satu dari tiga bersaudara pasangan Ugo Armani dan Maria Raimondi.

Simbol gaya Armani adalah jaket olahraga tanpa lapisan yang diluncurkan pada akhir 1970-an. Produk tersebut langsung mendunia, mulai dari Hollywood hingga Wall Street. Sang desainer memadukannya dengan kaus oblong sederhana, yang ia sebut sebagai "alfa dan omega alfabet mode".

Setelan rancangan Armani kemudian menjadi busana wajib pria. Sementara bagi perempuan, kehadiran setelan celana panjang di ruang kerja eksekutif dianggap revolusioner.

Dijuluki sebagai "power suit", setelan celana panjang dengan jaket berlapis bahu dan potongan maskulin menjadi ciri khas kelas pebisnis perempuan yang sedang naik daun di era 1980-an.

Seiring waktu, Armani melembutkan desainnya dengan detail halus, kain mewah, serta tambahan warna cerah pada palet dasar krem dan abu-abu. Konsistensinya pada celana panjang dan jaket membuat sejumlah kritikus menyebut gaya busananya sebagai “androgini”.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

3 Pihak Ini Disebut Desainer Giorgio Armani dalam Surat Wasiatnya

3 Pihak Ini Disebut Desainer Giorgio Armani dalam Surat Wasiatnya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon