ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cuaca Buruk Tingkatkan Risiko Pneumonia pada Anak

Kamis, 11 Desember 2025 | 12:08 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Anak rawan terkena pneumonia saat cuaca buruk.
Anak rawan terkena pneumonia saat cuaca buruk. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini bisa menyebabkan penurunan daya tahan tubuh anak serta memicu peningkatan kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dokter spesialis anak Darmawan Budi Setyanto menjelaskan, saluran cerna, kulit, dan juga napas memang memiliki mekanisme pertahanan diri. Namun, cuaca buruk tersebut mampu membuat kondisi pertahanan diri anak menurun.

"Pada keadaan cuaca yang tidak bagus, hujan, dingin, apalagi di daerah yang terkena bencana banjir misalnya, suasana lingkungan seperti itu akan sangat menurunkan kemampuan, daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terjadi ISPA," kata Darmawan Budi Setyanto seperti dilansir dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyampaikan lingkungan yang dingin, lembap, dan basah selama musim hujan memberikan tambahan beban pada tubuh untuk beradaptasi.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan penurunan imunitas, meningkatkan kerentanan terhadap infeksi kuman dan virus penyebab penyakit pernapasan, salah satunya adalah selesma.

Selesma sendiri adalah penyakit akibat infeksi virus pada saluran pernapasan, dapat menimbulkan gejala berupa batuk, pilek, dan demam. Gejala tersebut disebabkan oleh penumpukan lendir di hidung dan tenggorokan yang terjadi saat tubuh "berperang" melawan virus.

Gejala selesma ringan biasanya membaik sendiri dalam waktu dua sampai tiga hari, setelah tubuh berhasil mengeliminasi virus. Namun, kondisi ini bisa membahayakan jika virus sampai masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.

"Pada sebagian kecil kasus ISPA, selain terkena salurannya, kemudian kena ke parunya. Itu yang akan menyebabkan sesak napas, napas cepat, dan napas sesak," kata dr Darmawan.

"Itu kejadiannya klasik, biasanya 3–4 hari sebelumnya demam, batuk, pilek. Belum sesak. Nanti hari ke-4 atau ke-5 kemudian jadi sesak. Nah pada hari ke-4 itu terjadi pneumonia," ia menjelaskan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

10 Fakta Dokter Internship Meninggal di Cianjur

10 Fakta Dokter Internship Meninggal di Cianjur

JAWA BARAT
Risiko hingga Efek Pneumonia, Infeksi yang Sempat Dialami Vidi Aldiano

Risiko hingga Efek Pneumonia, Infeksi yang Sempat Dialami Vidi Aldiano

LIFESTYLE
Vidi Aldiano Sempat Alami Pneumonia hingga Hilang Suara sebelum Wafat

Vidi Aldiano Sempat Alami Pneumonia hingga Hilang Suara sebelum Wafat

LIFESTYLE
RS Tiara Bekasi Bantah Isu Balita Meninggal karena Salah Suntik

RS Tiara Bekasi Bantah Isu Balita Meninggal karena Salah Suntik

JAWA BARAT
Sakit Pneumonia, Anak Riza Chalid Minta Pindah dari Rutan Salemba

Sakit Pneumonia, Anak Riza Chalid Minta Pindah dari Rutan Salemba

NASIONAL
Pakai Termos Berkarat, Pria di Taiwan Tewas karena Keracunan Logam

Pakai Termos Berkarat, Pria di Taiwan Tewas karena Keracunan Logam

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon