ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter Tirta: Penyemprotan Disinfektan di Jalan Hanya Buang-buang Anggaran

Senin, 19 Juli 2021 | 15:02 WIB
CF
B
Penulis: Chairul Fikri | Editor: B1
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jakarta.
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jakarta. (Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Dokter Tirta Mandira Hudhi mengaku kesal dengan pemerintah daerah (pemda) yang masih melakukan penyemprotan disinfektan di tempat dan jalan umum. Bahkan dokter lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menilai upaya tersebut adalah upaya yang sia-sia dan hanya menghambur-hamburkan anggaran.

Hal itu diungkapkan Tirta saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (19/7/2021).

"Kalau buat saya, penyemprotan disinfektan itu efektif jika disemprotkan di tempat-tempat tertutup untuk membasmi virus dan bakteri. Kalau dilakukan di outdoor, itu tidak efektif karena tidak bisa membasmi virus-virus yang ada di permukaan. Jadi kalau saya bilang itu tindakan yang sia-sia dan buang-buang anggaran," ungkap Tirta.

Ditambahkannya, untuk wilayah Jakarta dan sekitar, penyemprotan disinfektan di jalan umum sudah tidak dilakukan. Namun di daerah, hal itu masih sering dilakukan baik oleh pemda maupun organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah itu.

ADVERTISEMENT

Padahal WHO sudah menginformasikan bahwa kegiatan itu tidak efektif dan hanya buang-buang uang saja.

"WHO sudah merilis dari September 2020 bahwa disinfektan akan efektif bila dilakukan di ruangan tertutup. Kalau kena manusia, terutama kalau kena kulit, akan menimbulkan gatal-gatal. Maka saya mendorong masyarakat untuk menolak penyemprotan itu kalau memang menemukannya. Daripada buat itu, mending uangnya buat beli masker atau bansos atau membeli nutrisi buat masyarakat selama penyebaran virus Covid-19, khususnya bagi masyarakat yang terdampak Covid-19," lanjutnya.

Tirta juga menyoroti masih adanya daerah yang melakukan penyemprotan disinfektan untuk membubarkan warga yang berkerumun selama pelaksanaan PPKM Darurat. Hal ini ia sebut sebagai tindakan yang tidak etis.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memenuhi kebutuhan masyarakat selama di rumah, bukannya malah disemprot dengan disinfektan.

"Kasih bantuan buat mereka supaya enggak keluar-keluar, jangan malah disemprot disinfektan. Itu bukan cara-cara yang baik. Yang ada malah nanti adanya perlawanan seperti yang terjadi belakangan. Presiden Joko Widodo sendiri kan sudah memerintahkan untuk menggunakan cara-cara yang humanis agar tidak muncul gejolak di masyarakat," tandasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon