Film “Laundry Story: Cinta di Ujung Senja” Siap Diproduksi
Rabu, 1 Juni 2022 | 20:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Film layar lebar "Laundry Story: Cinta di Ujung Senja" karya SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur bekerja sama dengan MixPro Management siap diproduksi bulan ini.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Vokasi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan film tersebut menjadi film kedua karya SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen setelah film "Cita-Citaku Setinggi Balon" (CCSB) yang dirilis pada Februari 2022. Hal ini SMK di Indonesia tidak hanya bisa membuat film pendek, tetapi juga mahir membuat film layar lebar.
Untuk itu, Wikan memberi apresiasi atas pencapaian yang baik tersebut. "SMK program Pusat Keunggulan ini bisa belajar sambil praktik. Secara kurikulum, sudah kita selaraskan dengan (kebutuhan) industri," ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Rabu (1/6/2022).
Baca Juga: Jefri Nichol dan Tiara Andini Adu Kemesraan di Film My Sassy Girl
Wikan menuturkan film Laundry Story: Cinta di Ujung Senja bercerita tentang kisah perjuangan anak SMK hingga ia sukses memiliki usaha binatu atau laundry. Film ini menawarkan romansa remaja dalam mengejar mimpi yang dikemas secara apik dan sarat dengan inspirasi hidup yang diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para penonton.
Adapun proses produksi film yang nantinya berdurasi 90 menit ini akan dimulai pada 6 Juni mendatang dan diperkirakan memakan waktu satu bulan. Pengambilan gambar akan dilakukan di wilayah Malang dengan melibatkan sejumlah pemain yang tidak hanya berasal dari siswa SMK saja, tetapi juga dari luar. Namun, semua produksi film dilakukan sepenuhnya oleh siswa SMK, seperti kameramen, penata kostum, dan sebagainya. Hal ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis industri atau teaching factory untuk meningkatkan kompetensi keahlian produksi film bagi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.
"Anak-anak ketika membuat film juga dianggap melakukan pembelajaran. Di situ anak-anak bisa menjadi kru, pemain, dan lain-lain. Keterlibatan MixPro Management sangat baik karena bisa melatih siswa dan guru saat berproduksi di lapangan," lanjut Wikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




