Kasus Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Tim Gabungan Periksa 24 Saksi
Selasa, 7 Maret 2023 | 17:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya hingga saat ini telah memeriksa sebanyak 24 saksi terkait kasus kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara.
"24 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2023).
Kemudian Ramadhan memerinci sebanyak 8 orang merupakan operator dan supervisor PT Pertamina (Persero), dua sekuriti, dan 14 orang saksi dari masyarakat.
"Jadi ini operator dan supervisor ada 8 orang kemudian security dari Pertamina ada 2 orang jadi dr pertamina 10 orang dan 14 masyarakat," ucapnya.
Sebelumnya, Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki peristiwa kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara. Terkini, polisi telah memeriksa 14 orang sebagai saksi.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa, pemeriksaan saksi itu ada dari pihak Pertamina dan juga masyarakat.
"14 orang ini terdiri dari operator security supervisor teknisi dari Pertamina dan dari masyarakat jadi jumlahnya sebanyak 14 orang yang telah dimintai keterangan," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin (6/3/2023).
Dikatakan Ramadhan, belasan orang itu diperiksa di Polda Metro Jaya pada Minggu (5/3/2023) kemarin dan hari ini, Senin (6/3/2023).
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memastikan tim investigasi gabungan dari Polri dan pihak terkait akan diturunkan guna mendalami penyebab terjadinya kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
"Kita dengan tim Pak Kapolda, Kabareskrim Polri, dan tim gabungan investigasi didampingi rekan-rekan Pertamina melakukan pengecekan awal di TKP," kata Sigit saat meninjau langsung lokasi Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023).
Dari tinjauan dan laporan awal yang diterimanya, Sigit mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Kapolri mengatakan awalnya di lokasi itu sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak jenis pertamax yang dikirim dari Balongan.
Saat pengisian, terjadi gangguan teknis yang mengakibatkan terjadinya tekanan berlebihan hingga terjadilah kebakaran.
Meski begitu, tim investigasi gabungan masih akan terus melakukan pendalaman terkait dengan sumber api awal di lokasi kejadian.
"Tentunya untuk mencari tahu sumber api dari mana, ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim," kata Sigit.
Kapolri menyatakan tim investigasi gabungan melakukan pendalaman dengan meminta keterangan beberapa saksi hingga memeriksa CCTV.
Dengan dilakukannya pendalaman secara komprehensif, tim investigasi gabungan akan melakukan proses pembuktian dengan "scientific crime investigation" (SCI).
"Saat ini, kita sedang kumpulkan saksi, CCTV, kemudian hal-hal yang kita perlukan sifatnya teknis sehingga nanti bisa kita jelaskan secara "scientific crime investigation' tentang peristiwa yang sebenarnya. Khususnya terkait sumber api yang mengakibatkan terjadinya kebakaran," ujar Kapolri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




