ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hari Terakhir 2023, Kualitas Udara DKI Jakarta Peringkat 14 Terburuk di Dunia

Minggu, 31 Desember 2023 | 08:00 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti kabut tebal polusi di Jakarta, Jumat 1 September 2023. Menjelang akhir pekan, kualitas udara di Jabodetabek dan Kepulauan Seribu merah alias tidak sehat hampir di semua wilayah. Hal tersebut diungkap aplikasi penyedia data kualitas udara Nafas Indonesia, melalui akun resminya.
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti kabut tebal polusi di Jakarta, Jumat 1 September 2023. Menjelang akhir pekan, kualitas udara di Jabodetabek dan Kepulauan Seribu merah alias tidak sehat hampir di semua wilayah. Hal tersebut diungkap aplikasi penyedia data kualitas udara Nafas Indonesia, melalui akun resminya. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Kualitas udara di DKI Jakarta mengalami penurunan pada Minggu pagi, berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara, IQAir. Pada pukul 07.50 WIB, menjelang Tahun Baru 2024, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 163, masuk dalam kategori sedang dengan tingkat partikel halus (particulate matter/PM) 2,5.

Situs pemantau kualitas udara real time tersebut menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara peringkat ke-14 terburuk di dunia. Ini lebih baik dari peringkat kualitas udara pada pagi sebelumnya, Sabtu (30/12/2023), yang berada di peringkat ke-18 dunia dengan AQI di angka 154 pada pukul 06.00 WIB.

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Minggu ini adalah Delhi (India) dengan indeks kualitas udara mencapai 276, diikuti Dhaka (Bangladesh) di angka 267, dan Kolkata (India) di angka 242.

ADVERTISEMENT

Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa kualitas udara di Jakarta secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan indeks angka 95 dan polusi udara PM 2,5.

Angka tersebut menunjukkan tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi dapat berdampak pada tumbuhan yang sensitif dan memiliki nilai estetika.

Beberapa wilayah yang terpantau meliputi Bundaran HI (86), Kelapa Gading (89), Jagakarsa (78), Kebon Jeruk (89), dan Lubang Buaya (95). Situasi ini memicu perhatian terkait dampak potensial terhadap lingkungan seiring masuknya Tahun Baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

Perbaiki Kualitas Udara, Transportasi Perkotaan Perlu Ditransformasi

NUSANTARA
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

Kasus ISPA di Palembang Melonjak, Polusi Udara Jadi Biang Kerok

LIFESTYLE
Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

Anak Mulai Aktif Sekolah, Kemenkes Peringatkan Bahaya Polusi Udara

LIFESTYLE
Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

Cerobong Asap Cemarkan Udara, Menteri Hanif Tutup Pabrik Baja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon