2.550 Tenaga Kesehatan Kota Bogor Gagal Divaksinasi Covid-19
Senin, 1 Februari 2021 | 16:49 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Bogor terus melakukan vaksinasi kepada ribuan tenaga kesehatan. Dari 9.533 sasaran vaksinasi covid-19, sebanyak 2.550 tenaga kesehatan atau 23,6% gagal mendapat vaksin.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Bogor, per Minggu 31 Januari 2021 pukul 18.00 WIB, jumlah akumulatif tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksin sebanyak 6.065 atau 63,6% dari sasaran vaksin sebanyak 9.533 tenaga kesehatan.
"Sejak pencanangan vaksin tiga pekan lalu, Kota Bogor terlah melakukan vaksinasi sebanyak 6.065 tenaga kesehatan atau 63,6%," kata Wakil Wali Kota Dedie A Rachim, Senin (1/2/2021).
Kata dia, dari sasaran sebanyak 9.533 orang, dilaporkan juga sebanyak 2.550 atau 23,6% tenaga kesehatan yang tidak lolos screening dan gagal mendapatkan vaksin. Sementara, untuk jumlah tenaga kesehatan yang ditunda vaksinasi sebanyak 540 orang.
"Rata-rata tenaga kesehatan yang tidak lolos screening karena mempunyai penyakit penyerta (komorbid). Sedangkan, tenaga kesehatan yang ditunda rata-rata mempunyai tekanan darah tinggi. Setelah dilakukan treatment dipekenankan ulang vaksin," lanjut Dedie.
Sedangkan jumlah vaksin yang sudah digunakan tahap pertama sebanyak 6.065 vial atau 66,2% dari 9.160 vaksin yang diterima. Untuk jumlah vaksin tahap dua sebanyak 237 vial atau 11,45% dari 2.070 vial yang didistribusi.
Dinkes pun menargetkan paling lambat Februari vaksin untuk tenaga kesehatan bisa rampung. Pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut, sebut saja menambah kapasitas, menambah jam layanan, tidak ada pembatasan dan cukup menunjukkan e-KTP.
"Jam layanan di buka dari jam 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Ini untuk mempercepat akselerasi pelaksanaan vaksin tenaga kesehatan. Kota Bogor menerima 9.150 vaksin tahap pertama dan 9.150 di tahap ke-2," kata Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.
Retno menuturkan, penerima vaksin memang mendapatkan dua tahap, melalui screening dan tahap wawancara saat waktu vaksinasi.
"Untuk tahap pertama memang bagi tenaga medis dan hanya bagi tenaga medis yang lolos, artinya tidak mempunyai penyakit penyerta (komorbid) atau wanita hamil," jelasnya.
Setiap penerima vaksin akan mendapatkan 0,5 cc vaksin Sinovac. Retno pun menyebut, efek samping pascavaksin bisa saja terjadi. Pun demikian, efek yang terjadi tergolong ringan seperti pegal-pegal, atau mengalami demam.
"Artinya vaksin itu sedang bekerja. Tapi ada juga yang tidak mempunyai efek, hal itu tergantung imun masing-masing si penerima vaksin," tambah Retno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




