Gen Z Bisa Jadi Agen Perubahan dalam Pemilu 2024
Jumat, 9 Desember 2022 | 21:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Mahasiswa Universitas Multi Media Nusantara Jocelyn Valencia mengingatkan pentingnya gen z memberikan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebagai pemilih mayoritas bersama dengan generasi milenial dalam Pemilu 2024 nanti, Jocelyn mengatakan gen z bisa menjadi agen perubahan yang sangat menentukan masa depan bangsa.
"Sebagai gen z, saya melihat suara anak muda sangat penting yang menentukan masa depan bangsa, seperti kebijakan apa yang nantinya akan dibuat oleh pemerintah selanjutnya. Jadi sayang sekali kalau kita tidak menggunakan hak pilih kita. Padahal kan gen z itu dikenal aktif, penuh aspirasi. Ketika mereka tidak menggunakan hak pilih, sama saja mereka tidak memberikan kesempatan untuk aspirasinya itu direalisasikan," kata Jocelyn dalam acara diskusi media "Pemilu 2024 di Mata Gen Z" yang diselenggaraakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta, Jumat (9/12/2022).
Jocelyn menambahkan, gen z sebetulnya tidak menutup mata dengan berbagai isu yang berkembang, termasuk juga isu-isu yang terkait dengan politik. Ketika ada sesuatu yang dirasa memberikan dampak besar bagi kelompoknya, mereka akan langsung bersuara.
"Misalnya saja terkait KUHP yang baru, di media sosial yang banyak berkomentar itu juga datang dari gen z, karena mereka merasa peraturan tersebut akan berdampak langsung pada kehidupan mereka. Jadi kalau gen z dianggap sebagai objek yang pasif, sudah bukan lagi. Gen z adalah orang yang lebih suka interaktif. Mereka mungkin terlihat diam. Tetapi ketika melihat sesuatu yang dirasa berpengaruh pada kehidupannya dan masyarakat, mereka pasti akan bersuara," kata Jocelyn.
Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Nahdhatul Ulama Farchan Misbach Adinda menambahkan, meskipun selama ini gen z sering dituding sebagai generasi yang pasif dan apolitis, gerakan mahasiswa 2019 sebetulnya telah menunjukkan bahwa gen z tetap peduli dengan kondisi bangsa. Cara yang dilakukan juga beragam, tidak sekedar turun ke jalan.
"Saya pikir setiap generasi punya senjatanya masing-masing. Gen z ini mungkin senjatanya media sosial, hastag, yang bisa membuat gerakan-gerakan besar," kata Farchan.
Namun diakui Farchan, literasi politik gen z masih perlu ditingkatkan. Sehingga dalam Pemilu 2024 nanti, gen z tidak asal pilih.
"Saya rasa literasi politik ini menjadi hal yang harus dievaluasi kembali, terutama bagi gen z," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




