Gen Z Sulap Eks Lokasi Prostitusi di Cilincing Jadi Urban Farming
Rabu, 13 Mei 2026 | 07:27 WIB
Jakarta Utara, Beritasatu.com — Kawasan Rawamalang, Cilincing, Jakarta Utara, yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah liar, tawuran, hingga prostitusi, kini berubah menjadi area urban farming yang hijau dan produktif.
Perubahan tersebut digerakkan oleh Dwi Angga Mukti bersama belasan remaja generasi Z atau gen Z di lingkungannya. Sejak 2024, mereka memanfaatkan lahan kosong bekas proyek pembangunan Waduk Rawamalang menjadi kebun pangan dan area budidaya ikan.
Di atas lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi itu kini tumbuh berbagai tanaman hijau seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, hingga markisa. Kawasan yang sebelumnya gersang dan kumuh perlahan berubah menjadi ruang produktif bagi warga sekitar.
“Kita sudah jalan dua tahun sejak 2024. Yang mengerjakan sekitar 10 sampai 15 orang, kebanyakan anak muda dan masih sekolah SMP. Setelah pulang sekolah sekitar jam 15.00 mereka lanjut merawat tanaman dan panen,” ujar Dwi Angga Mukti.
Ia mengatakan ide urban farming muncul setelah melihat lahan kosong di kawasan tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah dan lokasi tawuran remaja.
“Awalnya kita lihat lahan kosong sisa pembangunan Waduk Rawamalang. Di sini dahulu jadi tempat pembuangan sampah, gersang, terus jadi lokasi tawuran. Akhirnya kita pikir lebih baik dimanfaatkan jadi urban farming,” katanya.
Perjalanan membangun kawasan urban farming itu tidak mudah. Kondisi tanah dan kualitas air di wilayah Cilincing menjadi tantangan utama dalam proses bercocok tanam. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para remaja untuk terus mengembangkan kebun pangan tersebut.
Hasil panen yang diperoleh kemudian dijual kepada pedagang kaki lima di sekitar kawasan. Sebagian keuntungan digunakan kembali untuk membeli bibit dan pupuk agar kegiatan urban farming tetap berjalan.
Ketua RW setempat, Ajat Sudrajat, menilai keberadaan urban farming membawa dampak sosial yang sangat positif bagi lingkungan dan para remaja di kawasan Rawamalang.
“Tentu dampak positifnya besar buat remaja. Yang tadinya tempat tawuran dan dekat dengan lokasi prostitusi serta maraknya narkotika, sekarang anak-anak muda sepulang sekolah malah sibuk menyiram tanaman. Saat panen mereka juga mendapat uang dari hasil kerja mereka,” ujar Ajat Sudrajat.
Menurutnya, keberadaan kebun urban farming juga membuat lingkungan menjadi lebih hijau, sejuk, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain dijual, hasil panen dari kebun tersebut juga dapat dinikmati bersama oleh warga sekitar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




