ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2023 Bakal Lebih Kering

Senin, 20 Februari 2023 | 18:15 WIB
BE
FH
Penulis: Bella Evangelista | Editor: FER
Musim kemarau.
Musim kemarau. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibanding 3 tahun belakangan.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam pemaparan mengenai Kelestarian Air, Kebutuhan Hidup Bersama, di Jakarta, Senin (20/2/2023).

Menurut Dwikorita, World Meteorological Organization (WMO) telah memprediksi bahwa kekeringan dan bencana banjir akan terjadi secara global, baik di negara berkembang atau maju.

ADVERTISEMENT

"Kita tidak bisa bergantung pada negera lain. Karena dampak bencana yang berimbas pada keketahanan pangan ini, terjadi merata di seluruh dunia," ujarnya.

Senada dengan itu, Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja mengatakan Indonesia harus mulai serius pada masalah ketahanan pangan yang terjadi akibat kekeringan dan bencana banjir.

"Hampir 3/4 jenis bencana yang terjadi itu berhubungan dengan air. Kekeringan, banjir, tsunami, dan longsor terjadi karena air. Sehingga kita harus fokus dan berhati-hati pada sumber air kita serta membuat strategi bagaimana bencana bisa ditanggulangi dan pasokan air juga bisa terjaga," kata Endra.

Menurutnya, sejak tahun 2014 pemerintah mulai menginisiasi pembangunan bendungan. "Jumlahnya ada 61 bendungan hingga 2024. Sampai saat ini yang sudah dibangun sebanyak 36. Tujuannya untuk membuat wadah tampungan. Supaya di musim hujan tidak meluap, di musim kering tidak kekurangan," jelasnya.

Dwikorita menambahkan untuk menghadapi musim kemarau tahun ini, BMKG telah merancang sejumlah strategi bekerja sama dengan beberapa kementerian terkait.

"Solusinya adalah dengan science base. Kemarau ini akan terjadi bulan Juni hingga September. BMKG sudah berkoordinasi dengan PUPR agar merancang sumur-sumur bor, lalu dengan KLHK penerapan modifikasi cuaca sehingga mumpung saat ini sedang musim hujan, air hujan tersebut dibuat memasuki bendungan air dan hutan gambut," jelasnya.

Selain strategi dengan mengandalkan science base, Dwikorita juga mengimbau masyarakat agar dapat berkontribusi pada ketersediaan air serta ketahanan pangan jelang musim kemarau mendatang.

"Makanya kita harus serius pada ketangguhan nasional seperti pembangunan infrastruktur untuk mengelola tata air yang ada. Agar saat menghadapi kemarau yang lebih kering dibanding 3 tahun terakhir kita tidak kekurangan, masyarakat juga harus dilibatkan, tidak bisa hanya science base," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

760 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara

760 Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara

NUSANTARA
Warga Manado Tetap Nikmati Libur Paskah meski Diguncang Gempa M 5,8

Warga Manado Tetap Nikmati Libur Paskah meski Diguncang Gempa M 5,8

NUSANTARA
BMKG Catat 543 Gempa Susulan di Sulut dan Malut Pascagempa M 7,6

BMKG Catat 543 Gempa Susulan di Sulut dan Malut Pascagempa M 7,6

NUSANTARA
Fenomena Solar Halo Hiasi Langit Sampang

Fenomena Solar Halo Hiasi Langit Sampang

JAWA TIMUR
BMKG Kirim Tim Ahli Survei Dampak Gempa M 7,6 di Malut dan Sulut

BMKG Kirim Tim Ahli Survei Dampak Gempa M 7,6 di Malut dan Sulut

NASIONAL
Peringatan Tsunami Berakhir, Sherly Ajak Warga Kembali Beraktivitas

Peringatan Tsunami Berakhir, Sherly Ajak Warga Kembali Beraktivitas

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT