ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mendes Gus Halim: Jejaring Desa ASEAN Akan Perkuat Desa-Desa di ASEAN

Jumat, 12 Mei 2023 | 13:30 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Dok. Kemendes PDTT)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan pembentukan platform Jejaring Desa ASEAN atau ASEAN Network Village (AVN) untuk memperkuat posisi desa-desa di ASEAN dengan saling berjejaring dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan perdesaan. Jejaring Desa ASEAN Juga akan memperluas akses potensi desa sehingga memberikan peluang lebih besar bagi produk desa menembus pasar regional dan internasional.

"ASEAN Villages Network (AVN) membuat suara desa didengar di tingkat lokal, nasional dan regional hingga internasional," kata menteri yang akrab disapa Gus Halim ini, Rabu (10/5/2023).

Di samping itu, dengan berjejaring, desa-desa ASEAN dapat bertukar strategi dalam infrastruktur serta penggunaan digital, meningkatkan keterampilan serta mempromosikan inovasi digital di tingkat perdesaan.

Gus Halim juga menjelaskan Jejaring Desa ASEAN atau AVN juga merupakan platform terbuka untuk mendiskusikan berbagai isu yang terkait dengan pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan serta kebijakan pembangunan perdesaan di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat ASEAN, dengan menggunakan forum pembelajaran kolaboratif sebagai pendorong berbagi praktik baik, saling belajar, mempromosikan pengembangan masyarakat pedesaan yang inovatif, progresif, mandiri dan berkelanjutan.

Hal ini akan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang peduli di negara-negara anggota ASEAN. Dengan demikian, desa-desa di ASEAN akan semakin Kuat.

"Jaringan desa-desa di seluruh ASEAN juga akan berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman yang lebih baik terkait budaya, serta memperkuat identitas ASEAN," kata Gus Halim.

Gus Halim juga menjelaskan latar belakang dari AVN adalah karena pembangunan perdesaan masih menjadi fokus utama pembangunan di Asia Tenggara, yang merupakan rumah bagi 8,5 persen populasi dunia serta pandemi Covid-19 memperparah tantangan yang sudah ada sebelumnya terhadap pembangunan perdesaan.

Tantangan seperti ketahanan pangan, konektivitas, pasokan listrik dan air, pendidikan/literasi, ketenagakerjaan, migrasi ke daerah perkotaan, reformasi pertanahan, dan defisit infrastruktur.

"Pandemi ini juga telah mengganggu upaya untuk mencapai agenda pembangunan berkelanjutan 2030," jelasnya.

Untuk diketahui, acara puncak KTT ASEAN ke-42 digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari 9-11 Mei 2023. Penyelenggaraan KTT ke-42 ASEAN 2023 di Labuan Bajo ini akan memberikan dampak pada masyarakat khususnya dalam mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) ASEAN menjadi salah satu badan sektoral Pilar Kerja Sama Masyarakat Sosial Budaya yang terdiri dari para pejabat senior negara anggota ASEAN yang membidangi pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.

Untuk memperkuat dan mengkoordinasikan kolaborasi ASEAN tentang pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan di bawah kerja sama fungsional ASEAN dan untuk mengimplementasikan rencana aksi, negara-negara anggota sepakat bahwa para Menteri ASEAN akan berusaha untuk bertemu setidaknya sekali dalam dua tahun dan secara informal di antaranya.

Untuk tahap awal, AVN akan fokus pada 3 (tiga) area/lokus kerja sama tematik, yaitu yang pertama desa wisata karena wisata yang selama ini cenderung ditangani pada level-level tertentu bisa saling dipromosikan sampai ke level desa di ASEAN.

Kedua, desa digital karena sesuai dengan perkembangan zaman bertujuan dalam hal pemasaran desa wisata dan produk unggulan desa, serta mempercepat dan memperkuat dan meningkatkan literasi digital masyarakat desa agar upaya menangkal dan memerangi hoax juga bisa dilakukakan sampai level desa.

Terakhir desa OVOP (one village one product) karena untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui produk-produk unggulan desa yang nantinya diharapkan dibangun BUMDes bersama lintas negara ASEAN untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito yang juga penanggung jawab penyelenggaraan kegiatan pumpunan nasional ASEAN SOMRDPE mengatakan, forum ini diharapkan bisa membangun kolaborasi lintas sektor dalam rangka pembangunan desa dan perdesaan agar mampu bersinergi dan memiliki daya saing sehingga memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dan secara luas untuk kemajuan kawasan ASEAN.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Siapkan Kerja Sama Rp 13 Triliun, Mendes Pastikan Dana Desa 2026 Aman

Siapkan Kerja Sama Rp 13 Triliun, Mendes Pastikan Dana Desa 2026 Aman

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon