Mahfud MD Ungkap Penyebab Pengusutan Kasus TPPO Sempat Macet
Minggu, 25 Juni 2023 | 15:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan, dahulu pengusutan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sempat macet. Hal tersebut tak lepas dari keberadaan oknum yang membekingi para pelaku TPPO.
"Dulu seperti macet karena ada sindikat, ada beking, ada macam-macam," kata Mahfud di Jakarta, Minggu (25/6/2023).
Mahfud mengakui, kini pengusutan kasus TPPO sudah membaik. Ratusan orang pun telah dijerat sebagai tersangka oleh kepolisian karena diduga terlibat dalam kasus TPPO.
"Sekarang sudah lebih dari 450 sudah jadi tersangka, kemudian lebih dari 1.500 orang dalam tiga minggu ini diselamatkan dari tindakan perdagangan orang itu dan sekarang kita akan terus meningkat tindakannya," ungkapnya.
Mahfud menyebut, sindikat TPPO sebelumnya melibatkan kalangan sipil. Kini, ada dugaan institusi tertentu turut terlibat. Namun, dia tidak mengungkapkan lebih detail soal dugaan itu.
"Kalau kemarin dilakukan sindikat-sindikat di kalangan sipil, sekarang apa namanya calo-calo di tingkat masyarakat nanti akan ke institusi yang turut membantu," tutur Mahfud.
Satuan tugas (satgas) TPPO Polri dan Polda jajaran hingga 22 Juni 2023 telah meringkus 580 tersangka terkait kasus TPPO. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ratusan tersangka itu dari 494 laporan polisi dengan modus diming-imingi menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT).
"Terbanyak yakni mengiming-imingi korban bekerja sebagai PMI atau PRT. Modus ini tercatat ada 375 kasus," kata Ramadhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




