ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Langkah Muhammadiyah Hadapi Perubahan Iklim

Jumat, 18 Agustus 2023 | 19:38 WIB
SD
JS
Penulis: Sella Rizky Deviani | Editor: JAS
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Agustus 2023.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Agustus 2023. (Beritasatu.com/Joseph Kowel)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan Muhammadiyah turut andil dalam menghadapi perubahan iklim saat ini. Haedar menyebut dalam mengatasi perubahan iklim ini setiap masyarakat harus memulai usaha pencegahan dari rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir usai memberikan sambutan dalam acara Konferensi dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Lingkungan Hidup (MLH) dengan tema "Akselerasi Gerakan MLH dalam Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2023).

"Usaha kita itu dimulai dari pertama rumah, dimulai dari rumah kesadaran lingkungan," ucap Haedar Nashir kepada awak media di lokasi.

ADVERTISEMENT

Haedar menerangkan permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini yaitu polusi udara yang semakin memburuk merupakan salah satu dampak dari perilaku manusia yang salah.

Ia menjelaskan kebakaran hutan dan pembakaran sampah yang mengandung bahan plastik menjadi bagian penyumbang polutan. Sejumlah langkah yang dilakukan PP Muhammadiyah menghadapi perubahan iklim di antaranya pengelolaan sampah, gerakan lumbung hidup, hingga konservasi sungai.

"Kemudian ada gerakan lumbung hidup kita mulai sekarang. Murid Aisyiyah (PAUD) telah melakukan langkah-langkah untuk gerakan lumbung hidup. Jadi sejengkal apapun punya lahan di tanam di halaman itu harus ditanami," ujar Haedar.

Kemudian gerakan pengelolaan sampah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) telah diterapkan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Bahkan, kata Haedar, mengenai pengelolaan sampah ini Muhammadiyah melakukan studi hingga ke Jerman.

"Kita bahkan punya gerakan sodakoh (sedekah) sampah jadi sampah itu kita ambil dari rumah-rumah dan kita menyediakan tenaganya untuk itu. Kemudian kita klasifikasi (jenis sampah) tetapi harus ada usaha untuk mendaur ulangnya," jelasnya.

Haedar mengajak masyarakat yang tinggal di dekat sungai untuk mengubah cara pandang pengelolaan sampah di sungai.

"Ubah cara pandangnya bahwa sungai itu bukan tempat membuang sampah. Nah itu kita tanamkan di SD sampai ke perguruan tinggi jadi usaha-usaha itu yang kita lakukan," tuturnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Muhammadiyah Buka Beasiswa S-1 Al-Azhar 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

Muhammadiyah Buka Beasiswa S-1 Al-Azhar 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

NASIONAL
Kapan Iduladha 2026? Simak Jadwal Sidang Penentuannya

Kapan Iduladha 2026? Simak Jadwal Sidang Penentuannya

NASIONAL
Keteladanan Elite Bangsa Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Nasional

Keteladanan Elite Bangsa Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Nasional

NASIONAL
Gubernur Pramono Makin Erat Gandeng Muhammadiyah demi Bangun Jakarta

Gubernur Pramono Makin Erat Gandeng Muhammadiyah demi Bangun Jakarta

JAKARTA
Berapa Kali NU dan Muhammadiyah Rayakan Lebaran Berbeda Hari?

Berapa Kali NU dan Muhammadiyah Rayakan Lebaran Berbeda Hari?

NASIONAL
Salat Idulfitri Muhammadiyah

Salat Idulfitri Muhammadiyah

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon