Soal Jokowi Bagi-bagi Bansos, TKN Prabowo-Gibran: Sebelum Pilpres 2024 Juga Sudah Dilakukan
Rabu, 31 Januari 2024 | 20:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Wihadi Wiyatno meminta keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembagian bantuan sosial (bansos) di beberapa daerah agar jangan disalahartikan. Pasalnya, Presiden Jokowi memang telah menyiapkan program bansos dari jauh-jauh hari, sebelum momentum Pilpres 2024.
"Permasalahan bansos ini kan bukan permasalahan yang begitu saja muncul, datang begitu saja. Sudah jelas menteri keuangan sudah mengalokasikan dana bansos itu," kata Wihadi dipantau dari siaran BTV, Rabu (31/1/2024).
"Jadi itu sudah dialokasikan untuk dampak El Nino, kemarau panjang. Kita tidak perlu berprasangka buruk terkait ini," tambahnya.
Wihadi menegaskan bantuan sosial yang diberikan Presiden Jokowi merupakan program pemerintah yang diperlukan rakyat. Ia meminta hal itu tak dikaitkan dengan kepentingan politik.
"Presiden datang ke pemberian BLT, itu sebelum pemilu juga dilakukan. Jadi jangan lagi bicara seolah-olah program ini baru muncul begitu saja, tetapi memang ini program yang dibutuhkan masyarakat," kata Wihadi.
"Dampak El Nino ini kan masih berjalan, sampai November Indonesia masih kekeringan. Ini memang dibutuhkan saat ini. Jadi jangan ditarik ke yang lain, ini permasalahan bencana El Nino," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik Presiden Joko Widodo yang membagi-bagi bantuan sosial kepada masyarakat. Ia menuding Presiden Jokowi mempolitisir pembagian Bansos.
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, telah menegaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak berkaitan dengan proses Pemilu 2024. Menurutnya, bansos merupakan program afirmasi untuk masyarakat miskin yang dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Tujuan utama bansos adalah sebagai bantalan atau perlindungan sosial agar masyarakat atau keluarga miskin mampu bertahan menghadapi tekanan kenaikan harga pangan sebagai dampak El Nino maupun gangguan supply chain yang berdampak pada kenaikan harga pangan global," jelas Ari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




