Gibran: Anggaran Makan Siang Gratis Rp 15.000 Per Anak Akan Didiskusikan Lagi
Selasa, 27 Februari 2024 | 16:34 WIB
Solo, Beritasatu.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait anggaran program makan siang gratis yang disiapkan Rp 15.000 per anak. Dia mengatakan soal besaran anggaran masih akan didiskusikan lagi.
"Nanti didiskusikan lagi ya," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (27/2/2024).
Saat ditanya mengenai program makan siang gratis yang sempat dibahas dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara yang dipimpin Presiden Jokowi, Wali Kota Solo itu enggan menanggapi lebih jauh.
Dia mengatakan, semuanya masih dalam pembahasan dan saat ini fokusnya adalah untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ada di Balai Kota Solo.
"Nanti kita bicarakan lagi ya. Saya kan belum jadi apa-apa (wapres). Saya saat ini fokus dengan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di Balai Kota. Itu dulu," ucapnya.
Diketahui sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran makan siang gratis yang diusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebesar Rp 15.000 per anak. Anggaran itu di luar susu.
Adapun soal menu makan siang gratis, Airlangga mengatakan, pihaknya menyerahkan pada kebijakan daerah masing-masing. Dia hanya mengungkapkan anggaran tersebut merata di seluruh anak Indonesia.
"Menunya nanti dilepaskan ke daerah masing-masing, kita tidak menyeragamkan. Merata di seluruh Indonesia Rp 15.000," ujarnya.
Program makan siang gratis sendiri juga menjadi salah satu bahasan dalam sidang kabinet paripurna dengan agenda rencana kerja pemerintah (RKP) 2025, yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024).
Hal tersebut dibahas lantaran dalam pembahasan RKP 2025 dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 harus mengakomodasi program-program presiden terpilih ke depan. Salah satunya program makan siang gratis.
Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih mengkaji pagu indikatif dari setiap kementerian dan lembaga untuk pagu anggaran program tersebut nantinya.
"Kan ini masih di dalam program. Kalau detail nanti lihat di dalam pembahasan mengenai pagu indikatif dari masing-masing kementerian dan lembaga. Nanti kita lihat dari eksisting program dengan apa yang akan masuk baru dan nanti akan dihitung dalam sebulan ke depan," kata Sri seusai sidang di Istana Negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




