ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhub, Kapolri, dan Panglima TNI Tinjau TKP Kecelakaan yang Tewaskan 12 Orang di Tol Cikampek

Senin, 8 April 2024 | 13:16 WIB
MH
BW
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: BW
Kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan di kilometer 58 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) terjadi pada Senin, 8 April 2024.
Kecelakaan maut melibatkan tiga kendaraan di kilometer 58 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) terjadi pada Senin, 8 April 2024. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan yang menewaskan 12 orang di kilometer (km) 58 Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Ia akan meninjau bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Senin (8/4/2024) sore.

Selain itu, Menhub Budi akan meninjau penerapan lajur contraflow di km 70 arah Cikampek.

"Sore bersama kapolri dan panglima akan ke km 70, lalu besok saya akan ke Cirebon," kata Budi Karya seusai menemani Presiden Jokowi meninjau Stasiun Pasar Senen Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

"Iya kita rencanakan sore ke sana juga (km 58)," imbuh dia.

Budi mengaku belum mendapatkan laporan yang lengkap terkait kecelakaan tersebut. Namun, ia mengatakan, kecelakaan di jalan tol biasanya terjadi lantaran ketidaktaatan pengguna jalan yang berakibat buruk pada pengendara itu sendiri atau pengendara lain.

"Saya belum menerima laporan detail di km 58. Namun, biasanya memang ketidaktaatan dari pengguna tol. Biasanya mereka capek, di pinggir. Atau rest area, nunggu rest area, atau setelah rest area, terjadi kelelahan tertentu," kata Budi.

Menurutnya, kecelakaan maut yang menewaskan 12 orang di Tol Cikampek ini harus menjadi pelajaran buat semua.

“Kita bisa ekspos ke masyarakat, apabila tidak disiplin, itulah risikonya," imbuh dia.

Budi mengungkapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa para korban dalam kecelakaan itu.

"Saya turut prihatin atas kecelakaan itu, insyaallah kita bisa mengatasi zero accidents. Kita goalnya itu. Namun, dengan adanya yang mudik 193 juta, tidak mudah untuk mengendalikan secara detail, bahkan di Sumatera, dan tempat tempat lain," pungkas Budi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon