ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panglima TNI Pastikan Tidak Ada Keterlibatan TNI di Kasus Tewasnya Wartawan Tribrata TV Sumut

Rabu, 10 Juli 2024 | 14:54 WIB
SD
MF
Penulis: Sella Rizky Deviani | Editor: DIN
Panglima TNI Agus Subiyanto mengatakan masih mengevaluasi masalah peretasan data Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Agus menyebut evaluasi itu dimulai dari perekrutan sumber daya manusia (SDM) di TNI yang memiliki pemahaman teknologi informasi (IT), Rabu, 10 Juli 2024.
Panglima TNI Agus Subiyanto mengatakan masih mengevaluasi masalah peretasan data Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Agus menyebut evaluasi itu dimulai dari perekrutan sumber daya manusia (SDM) di TNI yang memiliki pemahaman teknologi informasi (IT), Rabu, 10 Juli 2024. (Beritasatu.com/Sella Rizky Deviani)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam tewasnya wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu dan keluarga di Karo, Sumatera Utara. Sempurna diketahui tengah meliput berita terkait perjudian yang diduga melibatkan oknum TNI.

"Enggak ada, enggak ada (keterlibatan TNI)," tegas Agus Subiyanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).

Agus enggan dimintai tanggapan lebih lanjut mengenai informasi pengaruh TNI pada berita perjudian yang dibuat oleh almarhum Sempurna. Agus menegaskan bahwa kasus kematian wartawan Tribrata TV Sumut itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Saya rasa dari Polri sudah mengatasi ya, yang rumah wartawan kebakaran itu, sudah diatasi sama Polri," kata Agus.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan Tribrata TV Sempurna Pasaribu (47 tahun) bersama keluarga tewas terbakar di kediamannya di kawasan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis (27/6/2024) dini hari. Dalam peristiwa ini, selain Sempurna Pasaribu, sang istri Elfrida boru Ginting (48), sang anak Sudi Investasi Pasaribu (12), serta cucu Loin Situkur (3) juga tewas di lokasi.

Pada kasus ini terdapat dua versi kejadian yang diterima Dewan Pers. Pertama, tim Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengatakan ada dugaan keterlibatan oknum TNI. Kedua, kebakaran terjadi karena korban memiliki warung bensin eceran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon