ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hari Anak Nasional 2024, Ketua DPR Tekankan Pentingnya Dunia Digital Sehat bagi Anak

Selasa, 23 Juli 2024 | 09:58 WIB
YP
DM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: DM
Puan Maharani.
Puan Maharani. (Antara/M Risyal Hidayat)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani menekankan pentingnya dunia digital yang sehat bagi anak-anak di Hari Anak Nasional (HAN) 2024 yang diperingati setiap 23 Juli. Puan berharap peringatan HAN 2024 dengan tema "Anak Terlindungi Indonesia Maju" menjadi momentum untuk keamanan bagi anak-anak di seluruh Indonesia tanpa terkecuali.

"Selamat Hari Anak Nasional tahun 2024. Peringatan HAN kali ini dapat menjadi momen pengingat untuk pentingnya jaminan hak-hak bagi anak, termasuk hak anak untuk mendapat akses dunia digital yang sehat,” ujar Puan kepada wartawan, Senin (22/7/2024).

Puan menyadari kemajuan teknologi bisa berdampak positif dan negatif bagi anak-anak. Dia mencontohkan dampak positif kemajuan teknologi, antara lain anak-anak aktif dalam mengekspresikan diri, memiliki wawasan yang luas, menyukai kebebasan, ingin memiliki kontrol hingga memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang baru.

ADVERTISEMENT

Hanya saja, kata Puan, penggunaan teknologi secara berlebihan cenderung memiliki berbagai masalah untuk anak seperti kesehatan mental, kekurangan fokus, kurangnya kreativitas alami, keterlambatan dalam belajar bahasa, dan beberapa masalah sosial lainnya. Terkait hal itu, Puan meminta orang dan pihak sekolah tetap memberikan pendampingan dan pengawasan ketika anak memanfaatkan teknologi.

"Hal-hal negatif seperti itu yang perlu diantisipasi. Jangan sampai anak-anak terpapar teknologi yang negatif. Maka agar anak cerdas dan berprestasi, pastikan mereka berinternet secara sehat dan itu menjadi tugas kita bersama,” imbuhnya.

Menurut Puan, perlindungan terhadap anak di ranah daring dan digital perlu menjadi atensi bersama. Hal ini karena kemudahan akses yang didapatkan tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai konsekuensi dan anak rentan menjadi korban kejahatan online.

Beberapa hal yang menjadi perhatian global terkait kerentanan ranah digital bagi anak, seperti cyberbullying, sextortion, scam, hoax, child grooming, pornografi, hingga eksplotasi, dan pelecehan seksual anak daring.

“Maka dibutuhkan kolaborasi multipihak baik dari pemerintah, DPR, lembaga penegak hukum, pelaku dunia pendidikan, dan masyarakat itu sendiri untuk berkomitmen menciptakan dunia digital yang sehat dan ramah untuk anak,” terang Puan.

Puan juga meminta pemerintah memastikan pemerataan infrastruktur teknologi yang akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, khususnya bagi anak-anak yang berada di wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan).

"PR yang masih harus dilakukan pemerintah ialah memastikan jaringan internet dan infrastruktur teknologi lainnya sudah tersebar ke seluruh daerah di Tanah Air, bukan hanya di kota-kota besar saja," imbuhnya.

Dalam peringatan HAN 2024, Puan pun turut menggarisbawahi soal pentingnya lingkungan bagi anak yang bebas dari kekerasan baik kekerasan fisik dan mental, kekerasan seksual, hingga kekerasan digital. Selain itu, kata dia, perlu menciptakan lingkungan yang ramah bagi terpenuhinya hak-hak anak.

Menurut Puan, membangun dunia yang ramah anak harus berawal dari pertumbuhan anak sejak masih dalam kandungan sang ibu. Terkait hal itu, DPR menginisiasi Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) pada fase seribu hari pertama kehidupan.

“Lewat UU KIA, tanggung jawab dalam hal pertumbuhan anak pada fase seribu hari pertamanya menjadi tanggung jawab kolektif, termasuk pemerintah. Fase seribu pertama hari anak ini menjadi modal untuk mencetak generasi-generasi unggul calon pemimpin Indonesia ke depan,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon