ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pastikan Keamanan Barang Bukti Korupsi, Dewas KPK Periksa Rupbasan

Kamis, 27 Februari 2025 | 16:00 WIB
MR
R
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: RZL
Dewas KPK di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Dewas KPK di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) melakukan inspeksi ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK di Jakarta, Kamis (27/2/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi penyimpanan barang bukti kasus korupsi tetap terjaga sesuai standar.

Anggota Dewas KPK Benny Mamoto menegaskan pengawasan terhadap tugas dan wewenang KPK merupakan salah satu tanggung jawab mereka. Oleh karena itu, Dewas ingin memastikan sistem penyimpanan barang bukti, prosedur standar operasional (SOP), serta aspek pengamanan dan tata usaha di Rupbasan KPK berjalan dengan baik.

"Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses penyimpanan barang bukti di sini, bagaimana SOP-nya, bagaimana pengamanannya, serta tata usaha penyimpanannya, terutama karena banyak dokumen penting," ujar Benny di lokasi.

ADVERTISEMENT

Dewas KPK mengapresiasi operasional di Rupbasan KPK yang dinilai telah memenuhi standar keamanan. Barang bukti yang disimpan, seperti kendaraan bermotor, tas mewah, dan logam mulia, tetap terjaga kondisinya agar nilai jualnya tidak menurun.

"Ini menjadi penting karena jangan sampai barang yang disita semula nilainya tinggi, tetapi ketika dieksekusi untuk dilelang, harganya jatuh," lanjut Benny.

Namun, Dewas KPK juga menyoroti perlunya langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam yang dapat mengancam keamanan barang bukti.

"Kami berdiskusi mengenai berbagai hal, termasuk bagaimana mitigasi jika terjadi bencana alam. Kita tahu BMKG sudah memberikan peringatan mengenai potensi megathrust dan lainnya," tambahnya.

Selain aspek keamanan, Dewas KPK juga menyoroti tantangan dalam lelang barang rampasan yang sepi peminat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan nilai barang terus menurun, sehingga hasil lelang tidak optimal untuk pemulihan kerugian negara.

"Kami menanyakan soal evaluasi harga. Jika harga barang terlalu tinggi, bisa diturunkan secara bertahap hingga batas tertentu agar segera dilelang," ujar anggota Dewas KPK Benny Mamoto,

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Dewas Soal Dugaan Fitnah

Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Dewas Soal Dugaan Fitnah

NASIONAL
Ketua KPK Belum Terima Surat Dewas Soal Polemik Tahanan Rumah Yaqut

Ketua KPK Belum Terima Surat Dewas Soal Polemik Tahanan Rumah Yaqut

NASIONAL
Dewas KPK Proses Laporan Peralihan Penahanan Yaqut

Dewas KPK Proses Laporan Peralihan Penahanan Yaqut

NASIONAL
Dilaporkan Kubu Noel Terkait Yaqut, KPK: Kami Yakin Dewas Profesional

Dilaporkan Kubu Noel Terkait Yaqut, KPK: Kami Yakin Dewas Profesional

NASIONAL
Pengacara Noel Lapor Pimpinan-Pejabat KPK ke Dewas Buntut Kasus Yaqut

Pengacara Noel Lapor Pimpinan-Pejabat KPK ke Dewas Buntut Kasus Yaqut

NASIONAL
Dilaporkan ke Dewas, Deputi Penindakan KPK Apresiasi MAKI

Dilaporkan ke Dewas, Deputi Penindakan KPK Apresiasi MAKI

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon