Demokrat Hormati Prabowo yang Tolak Pengunduran Diri Hasan Nasbi
Kamis, 8 Mei 2025 | 06:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menolak pengunduran diri Hasan Nasbi dari posisi kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO). Menurutnya, hal tersebut merupakan prerogatif presiden yang tidak bisa diganggu gugat.
“Penunjukan itu merupakan prerogatif presiden dan bersifat sangat personal, sehingga kami tidak bisa mengomentari lebih jauh,” ujar Herman kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025).
Herman juga menilai dengan banyaknya kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, diperlukan koordinasi komunikasi yang kuat dan luas. Oleh karena itu, PCO tidak bisa bekerja sendirian dalam menyampaikan kebijakan strategis dan program prioritas kepada publik.
Menurutnya, sejumlah institusi, seperti Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), perlu turut dilibatkan untuk memberikan dukungan teknis dan administratif kepada presiden, termasuk dalam hal penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Setneg sangat memahami ritme dan sistem informasi yang dibutuhkan presiden. Mereka bisa memilah mana informasi yang layak dipublikasikan dan mana yang bersifat rahasia. Ini penting dalam mendukung kelancaran komunikasi publik presiden,” jelas Herman.
Ia menegaskan semakin banyak pihak yang terlibat dalam komunikasi kepresidenan, selama dikelola secara terkoordinasi dan tidak tumpang tindih, akan semakin baik untuk mendukung transparansi dan efektivitas pemerintahan.
“Selama dikelola dengan baik dan menjadi sumber informasi yang akurat, tidak membingungkan, serta tidak saling bertabrakan, saya kira akan sangat baik ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Hasan Nasbi memastikan dirinya tetap menjabat sebagai kepala PCO setelah pengunduran dirinya tidak disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepastian itu disampaikan Hasan pada Selasa (6/5/2025) setelah menghadiri rapat kabinet sehari sebelumnya.
“Yang jelas, kemarin saya mendapat undangan dari Bapak Seskab untuk mengikuti rapat kabinet. Minggu lalu saya juga bertemu Presiden, Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi), dan Bapak Seskab (Teddy Indra Wijaya). Dalam pertemuan itu saya diperintahkan untuk melanjutkan tugas memimpin PCO,” ungkap Hasan.
Saat ditanya alasan menerima kembali jabatan tersebut, Hasan menyatakan loyalitas terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi alasan utamanya.
“Saya loyal kepada presiden. Tahu diri bukan berarti bertentangan dengan loyalitas. Begitu diperintahkan untuk melanjutkan, ya saya patuh,” tutup Hasan Nasbi terkait pengunduran dirinya yang tidak disetujui Presiden Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




