5 Larangan pada Bulan Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Islam
Rabu, 28 Mei 2025 | 14:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bulan Dzulhijjah atau Zulhijah adalah salah satu bulan suci dalam kalender Islam yang memiliki keistimewaan besar, terutama karena bertepatan dengan ibadah haji dan Iduladha. Selain dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah, umat Islam juga harus memahami larangan selama bulan Dzulhijjah agar ibadah tetap diterima Allah Swt.
Bulan Dzulhijjah, khususnya sepuluh hari pertamanya, adalah waktu yang sangat dicintai Allah untuk beramal saleh. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah)”. (HR Bukhari)
Namun, untuk memaksimalkan keutamaan ini, umat Islam perlu menghindari larangan tertentu selama bulan Dzulhijjah yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Larangan Umat Muslim Saat Bulan Dzulhijjah
1. Memotong kuku dan rambut bagi yang berniat kurban
Umat Islam yang berniat melaksanakan kurban (shohibul kurban) dilarang memotong kuku, rambut, atau bulu tubuh lainnya mulai dari 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih pada Iduladha (10 Dzulhijjah) atau Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah).
Rasulullah SAW bersabda:“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama Zulhijah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut dan kukunya”. (HR Muslim)
2. Berpuasa pada Iduladha dan Hari Tasyrik
Umat Islam dilarang berpuasa pada 10 Dzulhijjah (Iduladha) dan 11-13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik). Hari-hari ini adalah waktu untuk bersyukur, menikmati rezeki, dan berbagi kebahagiaan, termasuk makan daging kurban.
Rasulullah SAW bersabda:“Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah”. (HR Muslim)
3. Melakukan dosa dan maksiat
Melakukan perbuatan dosa atau maksiat, seperti berbohong, gibah (menggunjing), fitnah, atau perbuatan haram lainnya, sangat dilarang di bulan Dzulhijjah, terutama pada sepuluh hari pertamanya. Dosa di bulan haram, seperti Dzulhijjah memiliki konsekuensi lebih berat dibandingkan bulan biasa.
Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu”. (QS At-Taubah: 36)
4. Mengabaikan amalan sunah yang dianjurkan
Meskipun bukan larangan eksplisit, mengabaikan amalan sunah, seperti puasa Dzulhijjah, takbir, tahlil, tahmid, atau kurban (bagi yang mampu) dianggap sebagai kerugian besar karena pahala di bulan ini berlipat ganda. Rasulullah SAW menegaskan amalan saleh di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah Swt.
5. Larangan khusus bagi jemaah haji
Bagi umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji, terdapat larangan khusus selama ihram di bulan Dzulhijjah, termasuk memotong rambut, kuku, atau bulu tubuh, memakai wewangian atau pakaian berjahit (bagi laki-laki), berburu atau membunuh hewan liar, serta melakukan hubungan suami istri atau hal-hal yang mengarah ke sana.
Menghindari larangan selama bulan Dzulhijjah adalah bagian dari upaya menjaga kesucian ibadah dan memaksimalkan pahala di salah satu bulan haram yang paling mulia. Dengan mematuhi larangan, seperti tidak memotong kuku bagi yang berkurban, tidak berpuasa pada hari terlarang, dan menjauhi maksiat, umat Islam dapat menjalani ibadah dengan hati yang bersih dan penuh keimanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




