ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gambar AI Kerusakan Raja Ampat Marak, ISESS Tekankan Literasi Digital

Rabu, 11 Juni 2025 | 17:12 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Reklamasi lahan pertambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu 7 Juni 2025.
Reklamasi lahan pertambangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu 7 Juni 2025. (Antara/Putu Indah Savitri)

Jakarta, Beritasatu.com - Polemik mengenai kawasan Raja Ampat dimanfaatkan sejumlah pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebar foto-foto dan video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan seolah-olah terjadi kerusakan parah.

Masyarakat diharapkan bisa jeli menghadapi gelombang disinformasi visual yang kian marak. Pakar keamanan yang juga Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menekankan pentingnya literasi digital agar tidak termakan informasi palsu. 

“Kritik dari masyarakat, termasuk netizen harus dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi. Namun, bentuk partisipasi yang sehat wajib berlandaskan fakta agar tidak memicu disinformasi yang kontraproduktif terhadap stabilitas nasional,” ujar Fahmi dalam keterangannya, Rabu (11/6/2025).

ADVERTISEMENT

Pemerintah sebelumnya sudah memutuskan untuk mencabut 4 izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Geopark Raja Ampat. Menurut Fahmi, keputusan ini menunjukkan pemerintah menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip hukum (rule of law), bukan sekadar tunduk pada tekanan viral di media sosial.

“Pencabutan IUP itu bukan reaksi sesaat. Pemerintah sudah melakukan pemantauan sejak Januari 2025, seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan,” ungkap Fahmi.

Fahmi juga menyoroti potensi manipulasi visual menggunakan teknologi AI yang dapat membentuk opini publik keliru. Ia menyebut hal ini dapat memicu instabilitas jika tidak diimbangi dengan komunikasi publik yang terbuka dan jujur.

Lebih jauh, ia mengapresiasi pendekatan lintas kementerian dalam penanganan persoalan tambang di Raja Ampat. Menurutnya, respons pemerintah kali ini menunjukkan keseriusan dan visi jangka panjang.

“Isu tambang di Raja Ampat tidak ditanggapi secara reaktif, melainkan melalui pendekatan terpadu lintas kementerian seperti ESDM, KLHK, dan Kemenhut. Ini menunjukkan pembangunan Indonesia tidak boleh mengorbankan masa depan,” tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nelayan Raja Ampat Berhasil Naik Haji dari Hasil Menabung di Koper

Nelayan Raja Ampat Berhasil Naik Haji dari Hasil Menabung di Koper

NASIONAL
Tinjau Kampung Nelayan di Raja Ampat, Gibran Pastikan Siap Direplikasi

Tinjau Kampung Nelayan di Raja Ampat, Gibran Pastikan Siap Direplikasi

EKONOMI
Bintang/Sofyan Peringkat 3 AVC Beach Tour 2026 di Raja Ampat

Bintang/Sofyan Peringkat 3 AVC Beach Tour 2026 di Raja Ampat

SPORT
10 Destinasi Wisata Populer Indonesia Cocok untuk Liburan Nataru 2026

10 Destinasi Wisata Populer Indonesia Cocok untuk Liburan Nataru 2026

LIFESTYLE
Raja Ampat Surga Tropis untuk Wellness Retreat

Raja Ampat Surga Tropis untuk Wellness Retreat

LIFESTYLE
Akademisi: Kritik Soal IUP Raja Ampat Salah Sasaran

Akademisi: Kritik Soal IUP Raja Ampat Salah Sasaran

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon