Gambar AI Kerusakan Raja Ampat Marak, ISESS Tekankan Literasi Digital
Rabu, 11 Juni 2025 | 17:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polemik mengenai kawasan Raja Ampat dimanfaatkan sejumlah pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebar foto-foto dan video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan seolah-olah terjadi kerusakan parah.
Masyarakat diharapkan bisa jeli menghadapi gelombang disinformasi visual yang kian marak. Pakar keamanan yang juga Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menekankan pentingnya literasi digital agar tidak termakan informasi palsu.
“Kritik dari masyarakat, termasuk netizen harus dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi. Namun, bentuk partisipasi yang sehat wajib berlandaskan fakta agar tidak memicu disinformasi yang kontraproduktif terhadap stabilitas nasional,” ujar Fahmi dalam keterangannya, Rabu (11/6/2025).
Pemerintah sebelumnya sudah memutuskan untuk mencabut 4 izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Geopark Raja Ampat. Menurut Fahmi, keputusan ini menunjukkan pemerintah menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip hukum (rule of law), bukan sekadar tunduk pada tekanan viral di media sosial.
“Pencabutan IUP itu bukan reaksi sesaat. Pemerintah sudah melakukan pemantauan sejak Januari 2025, seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan,” ungkap Fahmi.
Fahmi juga menyoroti potensi manipulasi visual menggunakan teknologi AI yang dapat membentuk opini publik keliru. Ia menyebut hal ini dapat memicu instabilitas jika tidak diimbangi dengan komunikasi publik yang terbuka dan jujur.
Lebih jauh, ia mengapresiasi pendekatan lintas kementerian dalam penanganan persoalan tambang di Raja Ampat. Menurutnya, respons pemerintah kali ini menunjukkan keseriusan dan visi jangka panjang.
“Isu tambang di Raja Ampat tidak ditanggapi secara reaktif, melainkan melalui pendekatan terpadu lintas kementerian seperti ESDM, KLHK, dan Kemenhut. Ini menunjukkan pembangunan Indonesia tidak boleh mengorbankan masa depan,” tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




